Cara Menyelamatkan Dunia

Apakah judulnya sudah cukup click bait?

Jadi beberapa waktu lalu, saya main ke kantor Greenpeace, dan saya nanya. Apakah pemakaian sedotan stainless itu berpengaruh besar terhadap lingkungan? Dijawab dengan lugas. β€œYa mba. Sangat berpengaruh.” Begitu jawab Mba GP.

Saya, ga gitu suka pake sedotan stainless, namun mulai besok, akan aku lakukan. Insya Allah, semoga inget. Sedotannya sih punya, dua set. Tapi jarang banget dipake.

Kalo pengurangan pemakaian plastik, cukup sering saya lakukan. Misal, ga pake kantong plastik saat belanja barang cuma 1s/d3 biji di supermarket. Atau pemanfaatan plastik bekas untuk buang sampah, saya usahakan kalo plastiknya penuh, baru saya buang. Dan ga ada plastik di dalam plastik. Misal, sampah kulit bawang, langsung saya buang ke plastik utama (ga dimasukin ke plastik lainnya terlebih dahulu).

Terus, sekarang yang jadi concern saya adalah jajan makanan atau minuman lewat ojek online. Sejujurnya, betapa nikmatnya kan jajan dibeliin mas/mba ojek, kita tinggal duduk manis. Namunnnn, beberapa waktu ini saya kepikiran, aduh banyak plastik yang dipake, karena makanannya dibungkus, dan juga asap kendaraan bermotor ketika f&b diantarkan ke kantor/rumah. Seringnya ini makan siang ya, jadi kalo saya ga bawa bekal dari rumah. Saya memaksakan diri untuk turun ke kantin, atau ke lotte atau kemana pun buat makan di tempat. Supaya ga ada bungkusan yang saya ciptakan. Itung-itung olahraga juga.

Kalo untuk makan malam, saya biasanya juga makan langsung di tempatnya. Sebisa mungkin.

Terus, yang terakhir adalah. Mengurangi perilaku konsumtif!!!!! Diskon bertebaran, maupun cashback, membuat banyak orang makin gampang beli ini itu, meskipun ga butuh! Untuk meminimalisir perilaku konsumtif, saya sering ingetin diri sendiri barang yang ga perlu akan jadi sampah, dan boros pula. Usahakan juga ga usah stock banyak obat. Karena hari ini saya baru aja buangin obat yang ga kepake, bahkan ada tolak angin sekotak!!! Mereka semua udah expired!

Contoh hari ini, ada diskon beauty and body care product di Guardian. Padahal saya udah beli sabun, (stock udah lebih). Awalnya keinginan beli muncul, karena diskon. Alhamdulillah saya sadar kalo stock masih banyak, dan diskonnya ya udah lah ya. πŸ˜‚ Insya Allah akan ada diskon lainnya. Aku yakin itu.

Terakhir, ketika saya cuci tangan jumat kemaren, saya liat ada dedek intern, setelah cuci tangan dia ciprat-ciprat air di wastafel beberapa saat, lalu pergi tanpa ambil tissue. Dalam hati saya, iya juga ya, nanti kan tangannya kering sendiri. Tunggu aja beberapa detik. Setelah itu saya ikutin caranya, ataupun kalo ga sengaja ambil tissue, saya cuma ambil tissue 1. Cukup loh 1 tissue buat keringin kedua tangan!

Ok, sekian ocehan malam ini. Kalo kamu, apa kebiasaan yang kamu coba buat atau pertahankan, demi lingkungan yang lebih sehat dan baik?

Iklan

Meet Up

Pada bulan Agustus lalu, saya ketemuan dengan KOL hits yang sungguh kondang, terutama di jagat twitter. Tak lain tak bukan, Mba Yoyen.

Kami bisa ketemuan, karena kebetulan Mba Yoyen lagi ada kegiatan di sekitar kantor saya. Jadi deket :).

Ketemuannya sangat berkualitas dan berkuantitas πŸ˜€ (thank you for the time Mba), tapi karena yang diomongin banyak banget nget nget. Mulai dari cerita soal keluarga, kebiasaan – kebiasaan di Belanda atau Indonesia yang saat ini sedang terjadi, selebgram di Belanda (yang kalo kita bandingkan dari jumlah follower, Indonesia pasti menang lah). Diskusi soal kerjaan, diskusi soal ketubiran di twitter :p dan lain sebagainya.

Oh ya, ada satu kejadian lucu. Karena sebelum jadwal ketemuan kita, Mba Yo ada kegiatan di deket kantor, maka kami pun janjian untuk jalan bareng aja ke tempat meet up kami. Saya tunggu di luar pintu kaca lobby (karena saya pikir, Mba Yo dateng dari pintu depan), ketika sedang menunggu ada yang panggil nama saya. Sambil bertanya – tanya dalam hati, suaranya terdengar familiar, tapi bukan temen kantor saya. Siapa ya, eh pas nengok ternyata yang panggil Mba Yoyen, hahaha… Ternyata Mba Yo pake pintu yang dari atas, jadi muncul dari dalam kantor.

Seneng juga bisa ketemu sebentar sama keluarga Mba Yo, yang semuanya ramah. Oh ya, ada G juga. Si imut yang ramah dan baik bangettttt. Terus, bisa ngobrol pake bahasa Indonesia. πŸ˜€

What a good time Mba Yo. Bedankt! Sampai ketemu lagi nanti ya :*

Apakah manusia bisa tidak berharap?

Apakah manusia bisa tidak berharap?

Tulisan ini nganggur jadi draft dari bulan November 2018, hehe…

Konon kabarnya berharap merupakan asal muasal dari kesedihan kita, jika harapan kita kepada hal tersebut tidak terpenuhi.

Namun, apakah mungkin manusia tidak berharap? Rasanya tidak mungkin, menurut saya, berharap itu sah – sah saja, dan bisa menjadi penyemangat hidup. Hal yang paling mungkin adalah kita menyesuaikan ekspektasi dari harapan itu sendiri.

Jadi, kita harus memiliki kesadaran penuh bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai harapan atau berjalan sempurna. Yang perlu kita manage adalah perasaan kita akan hasil yang akan keluar, baik atau buruk.

Bagaimana menyesuaikan ekspektasi dari harapan? Kita harus pintar membaca data, trend ataupun kebiasaan.

Misal, kita janjian sama orang, orang tersebut biasanya telat datang, ya ekspektasi kita jangan ketinggian berharap dia datang on time. Atau contoh lain, kita berharap kelas bahasa yang akan kita datangi sepi, padahal biasanya memang ramai. Mungkin saja terjadi, tapi sangat kecil kemungkinannya.

Apakah teman – teman setuju dengan pendapat saya? Atau tidak setuju?

Nonton Iron-Man di Bintan

There is always a first time for everything!

Minggu lalu, saya dan suami pergi ke Bintan. Kebetulan, acaranya berbarengan dengan Iron-Man Championship. Setelah lomba di Bintan, beberapa bulan kemudian kejuaraan dunia ini akan digelar di Perancis (kalo ga salah). Senengnyaa, jadi bisa liat secara langsung manusia – manusia berjantung kuat. Kenapa saya bilang berjantung kuat? Karena mereka harus menyelesaikan race dengan detail di bawah ini:

The “70.3” refers to the total distance in miles (113.0 km) covered in the race, consisting of a 1.2-mile (1.9 km) swim, a 56-mile (90 km) bike ride, and a 13.1-mile (21.1 km) run. Each distance of the swim, bike, and run segments is half the distance of that segment in an Ironman Triathlon.

Saya hanya bertanya – tanya, kok bisa? kok bisa ada manusia sekuat itu? Terusss, kok bisa kalian berenang sepanjang hampir dua km siihhh? Di laut lepas lagii…

Jadi, pesertanya itu ada sekitar 1.000 orang dari seluruh negara. Juara 1 bisa menyelesaikan semua itu hanya dalam waktu 4 jam 20 menit. Juara 2 selisih sekitar 15 menit dari juara pertama.

Bisa di lihat pada video di bawah ini. Pas sang juara selesaikan semua tantangan itu

Kok bisa??? Iya tau ko tau, semuanya pasti karena latihan :p

Harga sepedanya mahallllll

Apa bedanya tupperware?

Udah lama ga cerita kelakuan aneh – aneh my suami.

Semalem banget baru kejadian.

Saya lagi lihat – lihat Tupperware di Tokopedia. Saya bilang ke suami, mau beli tupperware aaahhh. Di jawab “Bukannya tupperware kamu udah banyak?”

“Ya, tapi sekarang aku lagi butuh tupperware yang mini. Ukuran kecil, untuk aku bawa telor dadar misalnya, supaya ga kecampur – campur.”

“Aku masih ga ngerti, menurut aku semua tupperware sama aja. Ibu – Ibu di kantor juga pada seneng beli tupperware, bahkan ada tuh satu yang jualan”

“Karena, fungsi tupperware itu beda – beda. Yang aku punya, rata – rata ukuran yang medium, aku mau yang kecil banget.”

Suami akhirnya bilang, iya terserah, meskipun dari sorot matanya masih ga ngerti kayanya bahwa ukuran tupperware berpengaruh terhadap hajat hidup perempuan. Hahaha…

Cita-Cita Terbaru

Ketika kita kecil, banyak yang nanya ke kita ya. Cita-citanya apa. Dulu, waktu SD, cita-cita saya itu mau jadi astronot, seiring naiknya tingkat sekolah cita-cita saya juga ikut berubah.

Lalu, impian saya yang terbaru adalah punya show, ya semacam tv show, mulai dari talkshow ala Rachel Ray, Ellen, atau acara terbaru Gordon Ramsay, lupa namanya apa dan malas google. Dia keliling dunia, ngobrol sama orang setempat, cobain makanan otentik, lalu masak.

Kalo nanya, dari mana langkahnya, ya ga tau 🀣 namanya juga cita-cita. Emang anak kecil doang yang boleh punya cita-cita setinggi langit? πŸ₯³

Masak-Masak

I’m back to masak-masak. Please note, mungkin bagi sebagian oranh, masak-masak setiap hari di rumah adalah hal biasa, tapi bagi saya itu adalah hal yang luar biasa. Cooking is my therapy dari kelelahan duniawi.

So, selama dua minggu ke belakang, ini masing-masing masakan saya.

Blueberry muffin dan chocolate cake, resepnya dari buku resep yang pernah dikasih Mariska yang tinggal di NZ. Mar, we miss your journal on your blog, please come back.

Kue cokelat yang saya buat itu, sempet saya bawa ke kantor. Langsung di puji temen-temen karena katanya enak banget. Aku jadi maluuuu πŸ€—

Selain masakan di atas, saya masak makanan lauk pauk buat makan siang dan malam seperti ubi tumbuk, telur dadar padang, sambal tempe, daging semur.

Oh ya, kemampuan saya dalam ambil foto makanan itu ga ada sama sekali 😰 Kayanya mesti mulai belajar!

Have a good day everyone! Masak apa hari ini?

Akhirnya Masak

Meskipun weekend lalu, kami berdua mesti keluar rumah karena beberapa kegiatan. Namun, saya tetep sempet masak. Enak banget rasanya.

Seperti biasa, masakannya sesuai request suami yaitu sayur tempe, lalu di hari minggu, pertama kali saya masak ati ayam bumbu kuning, simple dan mudah. Husband approved!

Awalnya, saya juga mau bikin brownies, tapi kemaren lagi banyak makanan manis di rumah πŸ˜€ Jadi, niat bikin brownies saya tangguhkan.

Minggu depan pengen bisa masak lagiii, masak apa yaaaaa.

Sekian updatenya, maaf ga ada fotonya. haha..

Rencana

Hidup saya emang banyak bikin rencana haha, jadi ada beberapa rencana jangka pendek yang mau saya jalankan, yaitu:

  1. Pengen ikut kelas wall climbing kalo udah pindah ke BSD
  2. Pengen belajar berenang (susah banget ngumpulin nyali buat ini)
  3. Pengen ikut kursus masak

Tolong dong dibantu aminnya manaaa!!!

Kenapa pengen wall climbing? Saya pernah ikut wall climbing satu kali, tentu saja di indoor area, rasanya sangat menyenangkan. Happy gitu bisa berpijak dari satu batu ke batu lainnya, dan bisa sampai ke atas. Hal paling ngeri sebenernya pas jatuhin diri dari tempat paling atas ke bawah. Ngeri – ngeri sedap.

Pengen belajar berenang, supaya bisa berenang. Tidak ada alasan lain haha

Pengen kursus masak, pengen ningkatin skill masak, dan nambah – nambah ilmu baru dalam dunia kuliner.

Sekian. Kamu punya rencana apa?

Kangen Rumah

Saya ga pernah sangka, bisa rasain kangen rumah. Karena, weekend setelah lebaran selalu terpakai untuk berbagai kegiatan, mulai dari ke undangan, ke rumah sodara lainnya.

Biasanya tiap weekend, kita bisa santai-santai, cuci baju, masak, nonton tv, baca buku, suami maen ama kucing setengah liar nya dia πŸ˜‚

Terus, kangen juga sebenernya nulis blog, dengan tema pembahasan apapun. Dulu padahal, weekend adalah waktu yang paling saya siapkan buat nulis blog, dan rajin blogwalking.

Akhirnya, minggu ini, kami bisa di rumah aja. Yeay, please. Semoga ga ada kesibukan apa-apa. Bener-bener kangen doing nothing.

Semoga juga suami ga nyuruh-nyuruh kita pergi keluar, karena dia suka ngerasa kasian karena saya di rumah seharian. Padahal saya seneng banget kalo sabtu dan minggu bisa di dalem rumah aja, iya saya kaya gitu. Ambivert katanya ya, bisa keluar dan ngobrol tanpa kehabisan topik pembicaraan, tapi bisa juga diem aja di rumah dan menikmati saat-saat itu.

Can’t wait for my weekend!