Training Hari Ini

Hari ini training soal The 7 habits of highly effective people. Sebelumnya siiih saya udah pernah baca buku ini dari jaman SMP, karena ayah saya beli buku ini. Tapi, saya ga paham 🤣

Seperti training pada umumnya, ada kasus atau kisah-kisah yang diputar. Yang paling saya ingat adalah kutipan dari seorang pelatih sepak bola Uganda. Singkat cerita, dia jadi pelatih sepak bola Uganda yang mengumpulkan pengamen, pencuri, gelandangan untuk menjadi pemain bola , karena impian dia jadi pemain bola Uganda terkubur semenjak kakinya cedera.

Di Uganda, ternyata kita boleh membalas dendam kepada orang yang sudah melukai kita, orang tersebut memilih memaafkan karena teringat pesan ibunya.

“Maafkan, lupakan, karena menyimpan dendam dan marah tidak mengubah apapun yang telah terjadi.”

Lalu, dia move on dan mendidik semua anak itu.

Hebat ya, memaafkan dan melupakan orang yang mengubur impian dan harapan kita itu menurut saya sangat tidak mudah. Luar biasa lagi dia memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjadi lebih baik.

Lalu, ada juga pembahasan hal-hal yang ada di luar kendali kita yang tidak bisa kita ubah/kontrol. Jadi, kita diharapkan fokus pada hal yang bisa kita kontrol saja.

Mengenai sifat reaktif dan proaktif, setelah saya perhatikan di dunia nyata saya orang yang sangat reaktif tapi di dunia kerja saya lebih kepada proaktif. Ko bisa begitu ya? 😆

Kurang lebih segitu dulu ya.

See you

Iklan

Lebaran 2018

Hai Semua,

Apa kabar? Semoga sehat dan hatinya tenang selalu.

Saya di sini ingin mengucapkan selamat lebaran ya untuk teman – teman yang merayakan. Mohon maaf jika tulisan saya ada yang menyinggung perasaan 🙂

Anyway, lebaran kemaren keluarga saya ikutan saya dan suami mudik ke Lampung. 😀 Seneng karena bisa lebaran lebih lama dengan mereka di Lampung dan seneng bisa ajak mereka nyebrang kapal laut, karena beberapa orang baru pertama kali naik kapal laut.

Di Lampung, selain ke rumah nenek dan saudara – saudara suami, kita main ke pantai. Pastinya, makan – makan juga dong!! Makan – makan is a must.

Mulai dari Bakso Sony, yang antrinya sungguh luar biasa. Pindang baung, dan kawan – kawannya, RM Begadang pastinya juga pempek ya kan 🙂

Happy happy…..

See you in another post ya.

 

Ramadan Hari ke-26

Hari ini, saya masih ngantor karena emang belom libur. Lumayan banyak yang udah cuti sih sebenernya. Saya pilih cutinya besok aja. Kantor kasih libur mulai hari rabu dan masuk lagi hari rabu juga.

Tapi, enak juga kerja tenang gini plus jalanan plong banget. I love Jakarta today.

Hari ini rencananya mau jemput bibiku dari NZ, insya Allah dia mau lebaranan di sini. Tadi pagi dia kabarin kalo pesawatnya delay 1,5jam. Tapi, sebenernya dengan dia kena delay, enak di sini yang jemput, jadi ga keburu – buru buka puasanya.Hehehe…

Lalu, nanti mau buka puasa di rumah mama (karena mama mau ikut jemput juga), sekalian makan gratis dan enak gitu loh. Rencananya mama akan masak sayur krecek. Sebelumnya mama nawarin sayur tempe, tapi saya request kalo bisa masak yang lain. Soalnya hampir tiap minggu saya makan sayur tempe. Bosen dijeee. :s

Oh ya, suami saya kan agak terobsesi dengan nastar, dia udah habisin dua stoples nastar (ditambah bantuan saya sekitar 10%) dalam waktu 1 minggu.

Baju lebaran, tahun ini seperti tahun sebelumnya saya ga beli baju lebaran. Pake yang lagi saya suka aja. Ga ribet.

Semoga ini ga pamer, tapi udah pastilaahhh ini pamer. Pertama kali dalam sejarah, perusahaan tempat saya kerja kasih THR 2x. yes 2x gaji. Semoga selalu maju dan sejahtera ya perusahaan ini. Amin 🙂

Liat berita mengenai info mudik di televisi. Menurut pantuan, arus lalu lintas selama mudik tetap padat, tapi tidak semacet biasanya.

Ok, maybe this will be my last post di bulan puasa.

Selamat menyambut hari raya penuh suka cita, selamat mudik bertemu keluarga, sanak saudara. Semoga pertanyaan selama mudik ga ada yang nyakitin lagi ya buat kamu – kamu semua. Wekekekek….

Pastinya, selamat makan – makan dan tetap jaga kesehatan 🙂

xoxo

Masa Kecil di Toko Buku

Beberapa hari yang lalu ketika saya lagi mau beli pulpen di toko buku. Saya menyadari beberapa hal.

  1. Saya jarang banget beli pulpen, karena biasanya pake pulpen yang ada aja. Entah pulpen stock kantor, pulpen hasil merchandise, dan lain sebagainya. Hari itu, saya lagi pengen beli pulpen kesukaan ketika saya sekolah sampai kuliah. Berhubung tulisan tangan saya itu burpa alias buruk rupa, pulpen kesayangan yaitu yang ujungnya kecil dan tajem. Jadi, hasil tulisan tangannya agak bagusan dikit. Untungnya, pulpen itu masih di produksi dan dijual dengan harga Rp11.000
  2. Harga pulpen sekarang mahal, menurut saya. Sempet menjerit dalam hati, mahal amat pulpen satunya Rp24.000an, perasaan waktu kecil pulpen yang paling mahal itu cuma Rp7.000, pulpen yang saya suka dengan harga Rp11.000 juga dulu cuma Rp5.000. 😀
  3. Ya, pantes aja saya merasa pulpen itu mahal. Karena, biasanya dibayarin orang tua saya kalo ke toko buku. Jadi, sambil lihat – lihat pulpen dan coba – coba pulpen. Memori saya terbang ke puluhan tahun yang lalu. Saya dan kakak – kakak, kayanya setiap sebulan sekali selalu bilang ke mama&ayah kalo mau minta beliin isi pensil dan alat tulis lainnya karena punya kita udah hampir habis. Waktu kecil, saya seneng pake pensil mekanik (ayo ngacuuung), jadi isinya cuma bertahan sebulan. 😀 Lalu, penghapusan kan entah mengapa hobi banget hilang yaaa… Setiap kami ke mal, rasanya happy banget kalo diajak ke toko buku. Masuk bagian stationary surga banget rasanya. Terutama kalo orang tua sedang berbaik hati mau beliin kotak pensil baru, meskipun yang lama masih bagus belum rusak, biasanya ada aja modelnya yang baru jadi bikin anak kecil mupeng. Tapiiii seringnya saya ga berani bilang, karena biasanya ga dikasih punya kotak pensil terlalu banyak :D. Well, jadinya cuma ambil pulpen dengan tinta warna/i, isi pensil mekanik, pensil mekanik (kalo yang sebelumnya udah rusak), penghapusan.
  4. Oh ya biasanya ayah saya beli alat gambar dia, that’s why kenapa kami cukup sering masuk toko buku (Ini baru ingat sekarang).

Gimana kenangan teman – teman di toko buku?

The Hobbit’s Journey

What can I say besides grateful that I could finally visit one of my bucket list country, New Zealand?

This post will be specific talk about one of my journey in New Zealand. Experience the real Middle-earth™ at the Hobbiton™ Movie Set

Here is from their official web :

Fall in love with the Alexander family sheep farm, just as acclaimed director Sir Peter Jackson did, as you journey through the unequivocal beauty of the land, with the mighty Kaimai Ranges towering in the distance. Your guide will then escort you around the set, showing the intricate detailing, pointing out the most famous locations and explaining how the movie magic was made.

You will be fully guided around the 12-acre set; past Hobbit Holes™, the Mill and into the world-famous Green Dragon™ Inn, where you will be presented with a complimentary, exclusive Hobbit™ Southfarthing™ beverage to conclude your own Middle-earth™ adventure.

We depart from MataMata I-Site. The I-site easy to find, we park our car and re-registration. We booked the ticket in Jakarta, just in case.

DSC_3004.JPG
MataMata I-Site

DSC_3005.JPG

I believe most of you, have watched The Lord of The Rings movie many times. And the movie set as good as its look on the movie. OMG.

DSC_3011DSC_3020DSC_3021

The weather was perfect. The blue sky, a green green grass, hobbit hole.

DSC_3101.JPG
The sunshine so bright

We take approximately 2 hours to enjoy the site. The tour guide really nice, he waits patiently while the group tour taking a (lot of) picture. He thanks us because bring the sun along 😀

What a lovely cloud. My love!
They are really taking care of this site.

Luke, the tour guide explain us about the history of this site as well as the untold story behind the filmmaking.
We enjoyed a ginger beer right after the tour

Visit Hobbiton Movie Set A very great memory to us 🙂

Blogger Meet Up in New Zealand

Hai Sobatku,

Apa kabar? 🙂 Gimana masih semangat yaaa..

Di postingan kali ini, saya mau cerita soal meet up saya dengan Mariska di Auckland, New Zealand.

Jadi, beberapa bulan sebelum saya tiba di NZ, saya kasih tau Mariska dan Ci Inly kalo saya akan ke NZ dan kalo memungkinkan mau ga kita ketemuan. Mariska ok ketemuan di Auckland, sedangkan sama Ci Inly diusahakan bertemu di Wellington. Bisa dibilang mereka berdua sumber info saya selagi saya prepare mau ke NZ.

Mariska kasih saya banyak banget rekomendasi tempat makan. Ketauan saya hobi ngunyah ya hehe…

Saya ketemu Mariska dan suaminya di tempat makan steak yang (YA Tuhan enaaakk), saya pesen beef steak well done (kenapa well done? ya karena, lagi pengen well done) haha… Terus suami saya pesen lamb chop yang mana dia doyan banget, sampe setelah di hotel dia bilang berkali – kali itu lamb chop the best. Enak banget katanya.

Lagi asik – asik ngobrol, suami saya kayanya penasaran pengen coba brokoli (punya Mariska & M). Terus Mariska & husband udah bilang, itu ada pork nya. Terus saya lagi sibuk ngunyah keenakan makan daging, suami saya ga ngeh juga kayanya saking happy sama lamb dia dan laper (atau rakus beda tipis ahahaha)…

Pas suami saya udah ngunyah brokolinya, saya baru sempet mencerna Mariska & M ngomong apa, hahaha. Saya ketawa. Terus suami saya malah jawab, “Gapapa, kadang – kadang makan babi ga sengaja”. Well, haha..

Selesai makan, kita diajakin ke es krim Giappo, enak lagiiii.. Bangetttt…. Terus selesai kita makan es krim, Mariska drop kita di supermarket. Seneng teramat sangat di drop di supermarket. Bikin saya seneng gampang, ajak aja keliling di supermarket, ga beli apa – apaan juga gapapa. Cuma liat – liat aja seneng!! Ya tapi, saya belanja juga si di supermarket ini 😂

Thank you for your time and all recommendation Mariska & M. Enjoy your next trip 🙂

Lalu, cerita dengan Ci Inly adalah huhu kita ga jadi ketemuan, karena satu dan lain hal. Padahal udah berharap kita bisa ngobrol – ngobrol di Welli ya Ci 😀 Tapi, biarpun kita ga jadi ketemuan. Ci Inly rajin kasih tau saya cara menyetir dan baca petunjuk arah selama kami RoadTrip di sana. Terus tetep cerita – cerita via wa juga apa saja yang saya temui atau alami selama di NZ.

Thank you Ci Inly untuk info – infonya selama kami di NZ. See you pretty soon ya 😃

Blog semakin menjadi bagian penting di kehidupan saya, karena saya bisa ketemu banyak teman – teman baru yang baik dan tulus seperti mereka.

Postingan selanjutnya, again kalo saya ga males. (Males aja jiii, digedein 😆). Saya bakal cerita soal road trip kami di NZ ya 🤗

Simple Things That Make Us Happy

Baru saja, saya selesai masak makan malam dan buat sahur juga. Lalu tidur-tiduran dan berasa happy banget karena my bed sheet feel so comfy, clean, rapi, jadi enak dipake buat tiduran.

Saya pikir, ah simple thing ini bikin happy. Iseng ahh cari di google, taunya nemu ini . Kebahagiaan saya ada di nomer 1.

Hal simpel lainnya yang bikin saya happy, ada juga beberapa di link tersebut.

1. Masak (an yang enak dan rasanya sesuai seperti yang diharapkan)

Penomoran di bawah ini acak (semua halnya bikin saya happy)

2. Baking a perfect pie, quiche and cake.

3. Dapet ojek cepet, abangnya pinter dan no drama!!!!!!!

4. Liat awan gendut-gendut di langit biru.

5. Liat pelangi (sayangnya di Jakarta semakin sulit ditemukan).

6. Ada temen tiba-tiba kasih makanan. 🤩

7. Ditungguin orang di dalam lift (ketika kita berusaha buru-buru takut ditinggal lift)

8. Cari parkiran gampang

9. Olahraga 💪🏻 di tempat gym

10. Selesai mandi setelah beberes rumah dan juga setelah masak

11. Naik sepeda

12. Jalan kaki

13. Kopi dan teh yang rasanya sesuai selera

14. Liat lemari baju tersusun rapi

15. Wangi vanilla

16. Body massage & refleksi

17. Sepatu yang nyaman di kaki

Dan lain sebagainya, temen-temen share dong hal simpel apa yang bisa bikin kalian bahagia?

Apakah ada di salah satu list tersebut? 🙂

Puasa Hari ke 12

Wowww, 12 hari sudah berlalu. Semoga teman – teman yang puasa masih semangat. Yang ga puasa juga tetap harus semangat dong yaaa……

Beberapa hari lalu, kantor saya sudah email soal libur bersama yaitu karyawan akan diberikan libur 13 – 19 Juni 2018 dan tanpa memotong jatah cuti tahunan karyawan.

Sujud syukur, semua bersorak sorai ketika terima email itu. 🙂

Lalu, kalo THR? ya pastinya belom dapet doong. Wekekeekkkk… Kemaren si dapet info kalo THR akan dibayarkan tanggal 25, tapi saya sanksi. Taunya bener, belom dikasih THR tanggal 25 kemaren. Makanya, jangan percaya gosiipppp.

Cuaca di Jakarta masih begitu aja, tapi syukurnya waktu puasa ga terlalu terasa lama (buat saya) entah mengapa.

Soal timbangan? Oii, puasa fokusnya ibadah bukan timbangan, walopuun ngarep turun siih.

Ok dehhhhh…

Have a good day!

Puasa Hari Kelima

Edisi Buka Puasa di rumah Mama hari minggu kemaren.

Ini request dari suami yang minta buka puasa di rumah mama saya, kenapa? Karena weekend besok dia mau pergi, otomatis saya tinggal di rumah mama. Dia ga mau saya doang yang makan masakan mama pas buka puasa ketika weekend besok, makanya dia mau minggu kemaren buka puasa di rumah mama… Zzzz banget ga penting hahaha….. Udah pernah saya ceritain kan soal iri – irian masalah makanan. Sungguh tak penting.

Saya kemaren bikin cupcake (yang dibilang frostingnya kemanisan) tapi bolunya enak. Ok siap, next time saya bikin kurangin gulanya ya. Lalu, bikin spinach smoked beef quiche juga.

Mama: “Ini apa?”

Saya: “Ini quiche”

M: “Oh, iya. Kaya yang dulu ya uji suka bawa waktu kerja di Sbux.”

S: “Iya.”

M: Sambil makan. “Enak nih, doyan mama.”

S: “Asin ga?”

M: “Ga ko, terasa kejunya. Enak.”

M: “Mama suka nih pantry gini.”

Entah adek atau kakak saya: “Heh? Pantry? Pastry kali maksudnya ahahahaha.”

~Sekian~

 

Puasa hari kedua di 2018

Apakah saya akan menulis puasa di setiap siang? Jawabannya, tentu tidak dong :p Tapi, sebisa mungkin jika saya duduk di depan laptop ketika jam istirahat, saya akan tulis blog. Insha Allah.

Anyway, puasa baru dua hari, berarti sahur baru dua hari dong. Hari pertama sahur, saya (dan suami pastinya) makan nasi putih, sambal roa, telur dadar dan spicy wing.

Lalu, semalam saya tanya ke suami mau makan apa buat sahur. Dia jawab, aku mau indomie goreng pake telur dan sambel roa. Lah ko? Beneran? Iya beneran. Oke, siap. Awalnya niat saya pengen goreng indomie goreng (apah gimana?) Jadi nih ya, mie di rebus dulu, lalu saya tumis ulang (lebih tepatnya ditumis kali bukan di goreng). Dengan bumbu tambahan, bawang putih, bawang merah, sayuran pokchoi (atau sayur lainnya yang tersedia), jamur portobello, tofu (atau udang atau ayam), tak lupa cabe rawit merah beserta semua bumbu instant dari si indomie nya. Itu enak loh, saya juga suka bikin versi gini dari indomie rasa kari ayam.

Namun, itu kan niat awal. Pas mau tidur suami bilang, jangan digoreng lagi ya mienya. Aku mau makan indomie goreng biasa aja. Okee siap.

So, tadi saya sahur dengan semua tumisan diatas (tanpa indomie goreng) plus beberapa butir anggur. Sedangkan suami makan sesuai pesanannya.

Di sahur hari kedua, teman – teman makan sahur apa?