Medium untuk Terapi

Bagi saya, punya feelings marah, kesal, kecewa, cape, lelah, itu wajar. Saya sebisa mungkin mencari cara untuk melampiaskan itu semua.

1. Olah raga, ini biasanya bikin saya lupa sama keselnya karena olah raga itu melelahkan raga, tapi menyenangkan jiwa.

2. Masak. I love masak, bisa bikin perasaan lebih bahagia, ga perlu heboh. Masak simple food bikin saya happy.

3. Nulis. Seperti yang sekarang saya lakukan 🙂

4. Makan. 🤣

Beberapa hari ini saya merasa kecewa sama diri sendiri, but everything will be alright. I believe it.

Kalo temen-temen lagi kesel, biasanya ngapain?

Iklan

Tes MBTI

Teman – teman, mungkin ada yang belum tau apa sih Tes MBTI itu?

Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) dibuat demi mengkategorikan individu melalui jawaban pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan berdasarkan interpretasi Jung perihal empat fungsi inti psikologi: extraversion vs introversionintuitive vs sensingfeeling vs thinking, dan judging vs perceiving. Setelah selesai, kamu akan diberikan barcode empat digit (INFJ atau ESTP), dan setiap huruf melambangkan kecenderungan pribadi kamu di setiap spektrum yang disebut di atas, yang nantinya terbagi menjadi 16 tipe kepribadian yang berbeda-beda. (dikutip dari Vice)

Pertama kali saya tes ini, hasil saya ENFP. Tapi, beberapa hari yang lalu ketika tes hasil saya berubah menjadi Ixxx (lupa) hahahaha..

Loh ko bisa beda? Terus cukup drastis dari E jadi I. Saya ga khawatir si sebenernya, cuma kepo aja. Apalah artinya 4 huruf tersebut dibandingkan kehidupan saya yang sebenernya ya kan 😀

Setelah saya coba google mengenai hal ini dan saya menemukan tulisan menarik dari VICE.

Silakan dibaca sendiri :p

https://www.vice.com/id_id/article/j5g8bk/tes-kepribadian-myers-briggs-sebetulnya-cuma-omong-kosong

Kalo mau diskusi di komen silakan.

See you

Hari Blogger Nasional 2018

 

Selamat Hari Blogger Nasional 2018.

Saya menulis blog untuk cerita, berbagi, dan juga untuk mencari teman.

Beruntungnya saya, saya bisa dapat itu semua.

Terima kasih untuk semua pembaca blog yang sudah mampir, komen, bahkan bisa berteman dan bertemu di dunia nyata.

Semoga blog bisa tetap hidup, semoga kita semua bisa tetap saling memberikan inspirasi, bertukar cerita soal kehidupan sehari-hari, dan informasi unik lainnya.

Salam,

Puji-Temanblogmu 🙂

 

Bagaimana kabar larimu?

Semalem dong, saya mampu menyelesaikan lari 45 menit nonstop. What a big achievement for me!!!!! Biasanya 30 menit aja, udah cukup.

Lari, buat saya pribadi merupakan proses kesabaran. Saya tidak (atau mungkin belum) memiliki plan untuk menjadi pelari maraton, tapi buat saya pelari amatiran ini. Lari buah dari kesabaran, buah dari proses, baik finish atau tidak di garis akhir.

Lari dan waktu dua hal yang berhubungan erat, dari N waktu yang kita punya, terserah pada kita mau berlari pada kecepatan berapa, dan mau berakhir di KM berapa.

Mirip ya sama hidup, dalam 30 menit yang kita punya kita mau ngapain, mau “berlari” di kecepatan berapa, mau “finish” di KM berapa.

Perlu diinget, bahwa tidak perlu melirik hasil akhir, atau speed “tetangga sebelah” (ini saya suka lirik – lirik) hehe. Karena, kita ga pernah tau, seberapa rajin dia latihan, seberapa dia pengen jadi pelari, atau mungkin siapa tau dia atlet, atau ya cuma pengen lari iseng aja. Ya you know what I mean lah ya pembaca yang budiman?

Inget, sebelum lari juga ada pemanasan dan pendinginan.

Dan, ga perlu bingung kalo orang ga suka lari, bebas. Pilihan hidup masing – masing.

Ok, ciao

Selamat makan siang waktu Jakarta Selatan which is which is.

Stay gorjes!

Grateful Things

  1. Sakit di kaki setelah leg days sudah berkurang
  2. Survive body combat tanpa merasa lelah 😂
  3. Semalem pulang dijemput, jadi ga kena php abang ojek
  4. Jakarta hujan, alhamdulillah jadi bikin sedikit adem
  5. Dua hari lalu dapet traktiran sbux 🤗
  6. Dapet maskara yang diincar
  7. Rumah yang sedang diganti atapnya dan dicat sudah selesai, weekend besok sudah bisa di rumah lagiiiiii

segitu dulu nanti ditambah 👏🏻

Kisah Kemarin

Kemarin, saya ketemu dengan dua temen saya semasa SMA. Pertemuan yang tidak disengaja dan tidak direncanakan.

Saya ga ketemu 1 temen selama sekitar 7 tahun lamanya, yang satunya lagi si cukup intense ngobrol.

Seneng berbagi kisah, dan cerita mengenai hal receh, nostalgia, terus strugle nya kami masing – masing.

Melakukan kegiatan cela mencela, tapi tidak ada yang sakit hati.

Ga bahas soal jodoh, anak, nikah.

Enaknya.

Kapan, terakhir kamu ketemu temen lama yang udah lama ga ketemu?

Do What You Like and Do Best

Mungkin sebagian besar orang Indonesia sudah terbiasa didoktrin bahwa bekerja yang ok itu, jadi dokter, suster, insinyur, guru, kerja di bank, pns and the list goes on.

Saya harap, semoga semakin ke sini doktrin tersebut perlahan luntur.

Pekerjaan jaman sekarang itu semakin beragam. No, I don’t want to talk about selebgram or youtuber. I personally categorized them as an entertainer.

Dulu, saya ga pernah berpikir bahwa pekerjaan saya banyak melibatkan tulisan, bikin kegiatan dan sebagainya. Saya bahkan ga pernah kebayang bahwa pekerjaan saya akan “Ada”.

Lalu, some people ideally bekerja sesuai dengan jurusan sekolah mereka. Ya, kalo kebetulan pekerjaan sesuai passion dan sama dengan jurusan sekolah. So, you are blessed. Tapi kalo engga, jangan takut untuk menekuni satu bidang yang kamu suka.

Karena, sesuatu yang dibayar mahal itu bukan hanya karena kamu bisa segalanya. Tapi, sebaik apa kamu melakukan hal tersebut.

Kalo kamu sukanya gambar tekuni, kalo kamu suka sejarah tekuni. Menurut saya evolusi di dunia kerja, (terutama dengan perkembangan internet) semakin luar biasa. Dulu mungkin, mana kepikiran design website bisa menghasilkan begitu banyak uang.

Dulu saya cuma kebayang make up professional cuma bisa dilakukan oleh bude – bude, ternyata sekarang wanita – wanita muda belia bahkan pria – pria muda pun banyak yang jadi penata rias luar biasa.

Whatever it is, do it with passion.

Cao!

 

First Time in My Life – Snorkeling

Sebagai insan yang tidak memiliki salah satu surviving skill yaitu berenang. Maka, snorkeling bukan menjadi impian saya.

Tapi ternyata, beberapa minggu lalu saya bisa membuktikan ke diri sendiri meskipun tidak bisa berenang masih bisa tetap snorkeling.

Beberapa teman sebetulnya sudah bilang bahwa tidak harus bisa berenang untuk bisa snorkeling, yang penting berani.

Masalahnya, meskipun pake pelampung. Saya tetep takutt nyebur di laut. Huaaa 😔

Akhirnya rasa takut itu berhasil saya taklukan.

Ini pertama kali nyebur, dalam hati. Mati gua, mati gua. Aduh takut. Perasaan campur aduk sambil mengimbangi ombak. Ini snorkelingnya di tengah pantai ya, bukan pinggir pantai. Plus saat itu ombaknya lagi lumayan besar.

Setelah berhasil mengimbangi badan. Mas tour guide berkata “Ayo Mba, sekarang dicoba kepalanya liat ke dalam air” saya pikir udahlah kepalang basah. Beraniin aja. Sambil nahan napas.

OMG, one of the best moment in my life lihat ikan dan terumbu karang langsung di dalam pantai. Tapi ga lama saya langsung melek, karena ada kaki orang lain yang bikin saya takut ketendang 🤣

Masnya bilang “Sekali lagi ya Mba, biar saya foto”

Hasilnya di bawah ini. Keliatan kan masih cupu berat, tapi lumayan untuk first-timer (dan ga bisa berenang).

Snorkeling ini di Pulau Pari. Nyari yang deket aja dari Jakarta, butuh hiburan.

Ada yang sering snorkeling di sini?

Twitter Lately

Pertama, saya cuma mau bilang kalo saya nulis ini sambil sarapan bubur ayam dengan kerupuk yang banyak.

Kedua, saya mau ngeluarin uneg – uneg soal love and hate relationship saya dengan twitter akhir – akhir ini.

What I love about twitter right now, yang utama karena banyak jokes receh banget yang bisa bikin saya ketawa ngakak sendirian. (asli bener – bener ngakak) saya lebih ngakak kalo jokes nya itu yang real story (bukan orang mencoba ngelawak). Misal, tadi malem saya baca ada satu orang yang bikin thread soal dia lupa masak indomie goreng tapi pake kuah dan baru sadarnya pas udah makan setengah porsi karena itu indomie ga ada rasanya, terus dibales dengan lupa – lupa lainnya orang Indonesia seperti cium tangan ke tukang ojek, sabun dipake untuk sampoan, dlsb.

Ya, kadang – kadang saya ketawa juga siii kalo ada jokes yang garing.

Selain, jokes recehan kaya gitu saya juga seneng baca twit soal sejarah, food, berita yang paling update (bukan politik) yang nambah ilmu pengetahuan. Oh ya, saya juga suka liat orang sharing gambar yang mereka buat karena saya follow pinot. Mas Pinot yang rajin RT gambar yang orang kirim ke dia.

What I hate di twitter adalah orang yang terlalu mengidolakan seseorang sehingga sang idola ga bisa dikritik sepeser pun dan ini kalo di timeline saya berhubungan dengan politik biasanya.

Saya ga suka juga kalo ada yang bahas urusan ranjang meskipun ga vulgar ya. Bukan twitt “Aduh semalem saya abis begituan enak banget.” atau “Horny banget nih”. Ga sevulgar itu, tapi intinya twit yang menjurus ke arah itu. Atau dengan bangganya bilang “Gw tidur sama si A gini” and so on and so forth. Kenapa si mesti begitu banget? FYI, twit tersebut bukan dari orang yang saya follow tapi suka nyangkut ke TL saya meskipun saya udah block keyword tersebut. Bukan, saya bukan orang yang kolot. Tapi menurut saya just keep it yourself sih.

Infotwitwor juga untungnya ga pernah saya follow, karena (yes saya pernah liat TL mereka) ga penting banget gustiiii hidup mereka. Hahaha….

Semoga semakin ke sini makin banyak temen blogger yang kembali ke blog 🙂 Plis, tulisan receh kalian aku tungguin.

XO,

Puj

 

Ada, Berada dan Keberadaan

Waktu kemaren saya seminar, sang mentor cerita mengenai Ada, Berada dan Keberadaan.

Apakah itu?

Ada adalah our existing. Contoh: Puji ada karena masih hidup, Alm tidak ada karena sudah kembali ke Sang Maha Pencipta.

Berada adalah tempat/ lokasi raga saat itu. Contoh: Rani sedang berada di rumah dan menulis blog.

Keberadaan adalah lokasi jiwa saat itu. Contoh: Rani sedang berada di rumah dan menulis blog namun pikirannya melayang ke tempat liburan dia bulan lalu.

Puji berada di tempat seminar namun bengong (pikiran melayang entah kemana karena ngantuk hahaha).

Familiar?

Sekian 🤗