Puasa Hari Kelima

Edisi Buka Puasa di rumahย Mama hari minggu kemaren.

Ini request dari suami yang minta buka puasa di rumah mama saya, kenapa? Karena weekend besok dia mau pergi, otomatis saya tinggal di rumah mama. Dia ga mau saya doang yang makan masakan mama pas buka puasa ketika weekend besok, makanya dia mau minggu kemaren buka puasa di rumah mama… Zzzz banget ga penting hahaha….. Udah pernah saya ceritain kan soal iri – irian masalah makanan. Sungguh tak penting.

Saya kemaren bikin cupcake (yang dibilang frostingnya kemanisan) tapi bolunya enak. Ok siap, next time saya bikin kurangin gulanya ya. Lalu, bikin spinach smoked beef quiche juga.

Mama: “Ini apa?”

Saya: “Ini quiche”

M: “Oh, iya. Kaya yang dulu ya uji suka bawa waktu kerja di Sbux.”

S: “Iya.”

M: Sambil makan. “Enak nih, doyan mama.”

S: “Asin ga?”

M: “Ga ko, terasa kejunya. Enak.”

M: “Mama suka nih pantry gini.”

Entah adek atau kakak saya: “Heh? Pantry? Pastry kali maksudnya ahahahaha.”

~Sekian~

 

Iklan

Puasa hari kedua di 2018

Apakah saya akan menulisย puasa di setiap siang? Jawabannya, tentu tidak dong :p Tapi, sebisa mungkin jika saya duduk di depan laptop ketika jam istirahat, saya akan tulis blog. Insha Allah.

Anyway, puasa baru dua hari, berarti sahur baru dua hari dong. Hari pertama sahur, saya (dan suami pastinya) makan nasi putih, sambal roa, telur dadar dan spicy wing.

Lalu, semalam saya tanya ke suami mau makan apa buat sahur. Dia jawab, aku mau indomie goreng pake telur dan sambel roa. Lah ko? Beneran? Iya beneran. Oke, siap. Awalnya niat saya pengen goreng indomie goreng (apah gimana?) Jadi nih ya, mie di rebus dulu, lalu saya tumis ulang (lebih tepatnya ditumis kali bukan di goreng). Dengan bumbu tambahan, bawang putih, bawang merah, sayuran pokchoi (atau sayur lainnya yang tersedia), jamur portobello, tofu (atau udang atau ayam), tak lupa cabe rawit merah beserta semua bumbu instant dari si indomie nya. Itu enak loh, saya juga suka bikin versi gini dari indomie rasa kari ayam.

Namun, itu kan niat awal. Pas mau tidur suami bilang, jangan digoreng lagi ya mienya. Aku mau makan indomie goreng biasa aja. Okee siap.

So, tadi saya sahur dengan semua tumisan diatas (tanpa indomie goreng) plus beberapa butir anggur. Sedangkan suami makan sesuai pesanannya.

Di sahur hari kedua, teman – teman makan sahur apa?

 

 

Hari Pertama Puasa 2018

Halo Teman – Teman,

Selamat berpuasa untuk teman – teman yang menjalankannya, semoga puasa ini mendapat banyak kebaikan untuk diri sendiri ya.

Berhubung kantor saya itu tidak menerapkan pulang cepat di kala bulan puasa, jadi waktu istirahat kaya gini bisa saya gunakan untuk update blog, atau upload foto – foto liburan ๐Ÿ˜€

Rencana puasa tahun ini adalah, saya pengen banyakin weekend di rumah (ga buka puasa di luar) karena senin – jumat bisa dipastikan buka puasanya di luar, entah itu buka puasa bersama teman ataupun ya berdua suami tapi di luar rumah :D. Kangen masakan rumah yang sederhana simpel dan murah ๐Ÿ™‚

Setiap weekend harapannya bisa di rumah aja atau di rumah mama, atau di rumah mertua.

Sejujurnya, saya ini paling males buka puasa di mall atau di restaurant. Kenapa? Karena, saya males antri (kalo restaurant ga bisa di booked sebelumnya), ramainyaaa dan berisik luar biasa, males juga buka puasa di restaurant di mall itu ga tenang bisa jadi pelayannya ngasih makanan atau minuman ga cepet, atau di luar restaurant udah banyak yang antri pengen makan setelah kita. Paling enak emang makan di rumah, bisa tenang ibadah, makan ga perlu antri atau nunggu lama atau rebutan kursi.

Kalopun terpaksa mesti buka di mall ketika weekend, saya seringnya jajan cemilan dulu dan air minum untuk berbuka puasa. Makannya nanti aja jam 7 malem, setelah semua orang yang makan bubar jalan. Udah ga terlalu rame dan berisik, hehe.

Segitu dulu updatenya, semoga teman – teman sehat selalu ๐Ÿ™‚

Kisah sedih di Surabaya

12 & 13 Mei 2018,

Semua orang terhentak dan berduka atas peristiwa bom bunuh diri di Surabaya, Indonesia.

Wajar jika rakyat Indonesia merasa panik, marah dan berduka. Banyak orang tidak bersalah menjadi korban atas manusia – manusia yang salah tafsir akan agamanya.

Terimalah wahai kawan, bahwa mereka islam dan mereka salah menerjemahkan ajaran agama yang mereka dan saya juga anut. Mereka islam, mereka Indonesia.

Tidak usah takut sebagai islam kita mengakui itu, karena itu kenyataannya. Yakinlah, bahwa masih banyak orang yang tidak lantas menuduh kamu memiliki perilaku yang sama dengan para penjahat tersebut hanya karena kamu islam, hanya karena kamu Indonesia.

Mungkin berat bagi sebagian penganut agama tersebut untuk mengakui bahwa mereka islam, karena tidak terima apa yang para penjahat perbuat. Menurut saya, analogi ini cukup tepat. Ada satu keluarga memiliki seorang anak, lalu anak tersebut menjadi pecandu atau bandar narkoba, bisa jadi sang ibu sangat marah sehingga enggan mengakui bahwa anak itu adalah anaknya. Tapi, tidak bisa dipungkiri oleh apapun bahwa ibu tersebut adalah orang yang melahirkan anak tersebut ke dunia.

Terkadang berat mengakui kegagalan. Kegagalan bahwa masih ada manusia yang menyalahartikan agama yang kita anut.

Saya sangat berduka atas peristiwa ini. Mari menjadi tameng dari lingkaran paling kecil jika melihat ada akar terorisme tumbuh di sekitar kita.

 

Kelakuan

Hi semua,

Balik lagi ke kelakuan aneh antara saya dan suami. Apakah itu? Kelakuan untuk saling pamer makanan masing-masing. Semua kegilaan ini berawal dari suami yang suka kasih liat apa yang dia makan. Ya memang, suka ga jelas itu orang haha…

Terus semenjak itu saya jadi ga mau kalah, tapi bedanya saya share cuma makanan yang kira-kira bikin dia iri atau kepengen. Misal, bakso, mie ayam, makanan berkuah santan seperti soto, dsb.

Saya paling benci kalo suami tiba-tiba makan di tempat yang udah saya idam-idamkan banget, could it be di kios pinggir jalan atau di restoran. Di situ saya bisa ketsel dan ngoceh-ngoceh sambil bilang “Ko bisaaa kamu tega begitu banget. Iiihhh.”

Suami paling sering komen “mauu” ketika saya share masakan mama di rumah, karena pasti ada sambel, ikan asin dan lalapan ๐Ÿ˜‹ favorit dia.

Yah itulah kami memang, meributkan dan berkompetisi akan hal yang sangat penting untuk kami, yaitu makanan!

Di bawah ini salah satu makanan yang saya pamer ke suami.

Bersyukur

Waktu kemaren di Medan, saya berkesempatan untuk mengunjungi sekolah luar biasa tempat anak – anak penyandang tuna grahita dan tuna daksa dalam rangka (kantor) memberikan sedikit bantuan.

Ketika saya dan teman – teman lain datang, mereka menyambut ramah dengan teriak – teriak dan lari menuju kami lalu angkat tangan kasih “high five” sambil bilang hai kakak. Tentu, saya balas high five tersebut dengan senang hati.

Saya punya kesempatan ngobrol dengan Bapak Suratno, Kepala Sekolah tersebut.

Saya penasaran, apa tolak ukur perkembangan mereka di sekolah? Sedangkan, sekolah biasa di Indonesia tolak ukur ada pada nilai pelajaran, misal pelajaran matematika, biologi, geografi, bahasa inggris, and the list goes on and on. Lalu ditentukan mereka naik kelas atau tidak.

Lalu, Pak Suratno bercerita jika penilaian mereka ditentukan dari 4 pilar.

  1. Keterampilan berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal. Terutama tuna grahita, ini merupakan masalah yang cukup besar karena mereka sulit untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan mereka mau melalui komunikasi (baik itu verbal dan non verbal). Di sekolah ini diajarkan bagaimana mereka berkomunikasi, menyampaikan perasaan mereka, dsb. Pak Suratno bilang banyak anak – anak yang sudah sampai di tahap ini dengan cukup baik, namun sebaik – baiknya mereka berkomunikasi tetap ada keterbatasan. Mereka sulit untuk menjalin komunikasi yang intens dan panjang. Kita hanya bisa berkomunikasi yang ringan dan to the point saja, seperti apa kabar, sudah makan belum, mau kemana. Hal tersebut juga harus dilakukan secara perlahan dan diberikan jeda waktu.
  2. Mampu menolong diri sendiri. Dalam artian mampu minum sendiri, makan sendiri, ke toilet sendiri, pakai baju sendiri. Sekolah ini mengajarkan hal tersebut, sekolah ini sengaja tidak mendirikan asrama untuk anak – anak tersebut tinggal, karena mereka ingin keluarga juga berperan aktif dalam tumbuh kembang anak. Di satu kesempatan ada anak tuna daksa duduk di kursi roda dengan posisi tangan yang kurang sempurna dan dia bisa pegang mic sendiri untuk memberikan ucapan terima kasih. Saya terharu.
  3. Baca, tulis, hitung sederhana.
  4. Keterampilan sesuai minat dan bakat. Seperti melukis, crafting, bermusik. Waktu saya di sana, anak – anak tersebut tampil loh dengan band lengkap. hebat ya ๐Ÿ™‚

Catatan ini untuk saya pribadi, supayaย bisa selalu bersyukur untuk hal yang kecil yang kadang luput untuk disyukuri.

Meet Up with Mba Noni

Seperti yang saya bilang di post sebelumnya, bahwa seminggu kemarin saya tinggal di Medan

Menjelang keberangkatan saya sudah rencana sebetulnya untuk ajak Mba Noni ketemuan, tapiiiii pas saya liat IG Mba Noni ternyata Mba Non ada di Vietnam ๐Ÿ˜„ Sedih deh karena tadinya berpikir ga mungkin bisa ketemu.

Saya kabarin ke Mba Noni bahwa saya di Medan, lalu saya dikasih pilihan makan ini itu segala macem, yang berakibat saya cobain itu makanannya dan saya ketagihan salah satunya yaitu di RM Gumarang. Tinggal di Medan 8 hari, saya ke Gumarang 4 kali. Hahahahaha… doyannnnn.

Lalu singkat cerita Mba Non bilang akan samperin ke tempat acara saya. Waaa seneng banget. Awalnya khawatir, aduh nanti aku cupu ga ya mana Mba Non kan hits abis.

Ternyata pas udah ketemu. OMG, cair banget. Akrab dan saya berasa bagaikan udah kenal lama dengan Mba Noni (ini saya doang yang ngerasa, ga tau Mba Non hahahaa). Bayangkan kawan, kami ketemu dari jam 2 siang sampe jam 9 malem dan gak kehabisan topik pembicaraan. Mulai dari cerita Mba Noni di Vietnam, kelakuan orang Medan, cerita suami masing-masing, cerita jalan-jalan, artis, selebgram, people watching, dan lain sebagainya. Seru banget.

Mana pulaak di Medan panas betul, kami ketemu dari panas terik (mungkin kalo orang goreng telur di lapangan, itu telur bisa mateng), sampe ujan yang lumayan lama dan cukup deres, ujan berenti tapi ga ada angin. Alhasil akuuh lengket dan rambutku bagaikan kucing kecebur got ๐Ÿ˜ž

Seru banget ketemu Mba Noni, ga pelit cerita, asik diajakin ngobrol apa aja, cakep beneran kaya di fotonya, baik karena ngenalin aku ke temen-temennya ๐Ÿคฃ

Oh ya, saya ketemu Bang Matt juga (suami Mba Non) di hotel, tapi ga enak negornya karena beliau lagi miting ๐Ÿ˜‚

Medan kecil ya Mba Nonii. ๐Ÿ˜‚

Mba Noni makasih banget udah disamperin dan nemenin sampe seharian.

Sampe ketemu lagi. ๐Ÿ˜˜

Bye Car

I told my hubby to sell our first car and I don’t want to see the transaction (many times). Sedih menn..

Yesterday, he dealing with someone.

And now, today, I’m in Medan. Miles away from Depok. But, he just sent me a last video of our car when the car go from our house taken by somebody else.

So dramatic.

Sad, I’m crying. It’s not a fancy one but it has so much memory with us. 6 years to be with. From Depok to Pagar Alam.

Bye Car, thank you for the ride and memory. You may go but memory stay forever.

Europe Trip – My Dream Come True

Mengingat sekarang banyaknya foto bertebaran teman – teman saya lagi di Eropa (entah mengapa) saya mau share sedikit tentang Europe Trip.

Alkisah saya liat gambar Keukenhof di salah satu majalah, saya mengagumi bunga – bunga bertebaran di majalah tersebut. Dalam hati saya bilang, Someday, I will be there!

Jadi, salah satu tujuan kami ke Eropa ya mau kunjungin Keukenhof. Ya walaupun pas kesana Keukenhof baru buka 3 hari, saya seneng bukan main. Meskipun, saya tau kalo banyak bunga yang belum mekar sempurna. Tapi itu tidak menyurutkan niat dan juga kebahagiaan saya. Tiket Keukenhof sudah di beli. (Thanks buat Mba Deny yg udah aku tanya mengenai ini). Mendarat di bandara Schipol dengan selamat, titip bagasi di locker. Tujuan utama kami yaituuuuu langsung meluncur ke Keukenhof.

Pas di Belanda, meskipun suhunya dingin untuk orang tropis macam kami ini tapi karena ada matahari yang terik jadi sangat nyaman buat jalan-jalan. Super love suhu Belanda pada waktu itu.

Keluar bandara langsung antri bus untuk ke Keukenhof. Super yeayyyy, ngeliat kincir angin. OMG norak, bodo amat!!! ngeliat hamparan hijau yang tenang, langit biru, burung – burung liar, cuaca pas, jalanan lancar, tertib, aahhh ada perasaan cinta di hati ini….

Kami baru turun pesawat 2 jam yang lalu, tapi hati happy ๐Ÿ™‚

Setelah perjalanan sekitar satu jam, nyampe juga. Meskipun baru buka 3 hari, tapi Keukenhof ternyata sudah ramai!

Keukenhof, just like what I’ve imagined of.

Pintu masuk. Look at that lovely sky. No edit.

Belom semua bunga mekar sempurna. But, I’m happy (still)

 

Tapi, saya merasa unik juga si pohon – pohon kering dan bunga yang belum mekar sempurna, jadi ada warna tersendiri menurut saya ๐Ÿ™‚

Kalo disuruh balik lagi ke Keukenhof. Mauuuu!!!!

Liat taman bunga di belahan Belanda lainnya juga mau ๐Ÿ™‚

Duh, rindu ๐Ÿ™‚

Cocok ga aku jadi tukang bunga

 

Malas

Saya sekarang lagi di Medan. Padahal, saya berpikir kalo saya di kamar hotel sendirian saya bisa tenang di malam hari dan bisa tulis blog dengan tenang.

Banyak banget yang mau saya tulis (sok iya :D) tapi ko giliran di kamar rasanya malas mendera, ga ada obatnya deh ini males.

Sebenernya ga cuma di Medan si ini mulai begini. Pernah juga jam istirahat saya sengaja di meja aja karena mau nulis blog, udah nulis 3 paragraf, tapi saya ngerasa ga mood buat lanjutin nulis. Jadi, saya delete aja itu tulisan saya. Tadinya mau bahas soal betapa “canggihnya” jaman sekarang sehingga banyak pekerjaan yang tidak pernah terbayang sebelumnya (dari tiada menjadi ada) karena dunia yang semakin berkembang ini (No, I wouldn’t talk about Youtuber or Selebgram, for me they are an entertainer). Sorry not sorry.

Lalu, saya juga lagi mulai ngerasa malas makan. Entah mengapa. Padahal ini Medan Bung! Males makan sih, tapi saya dua malem di sini udah makan duren 2x, soto medan, lontong sayur, makan seafood (kepiting, kerang, udang), makan ayam tiptop, nanti malem makan mie aceh, tadi pagi udah ngopi di Macehat. hahahaha…

Saya tetep maksa makan, karena khawatir sakit kalo ga makan. Saya makan kaya ga napsu gitu loh, berasa cepet kenyang baru satu atau dua suap. Saya cuma icip doang jadinya, itungannya buat saya yang doyan makan, ini adalah perubahan ๐Ÿ˜ฆ

Ok geng, doakan mood saya membaik.