Yosemite National Park

Suami so excited, mau ke Yosemite National Park. Every time he explained about Yosemite to me, I just can only said “ooo, ooo, or hah heh, hmm”

Ini penjelasan yang saya ambil dari wikipedia mengenai Yosemite National Park

Yosemite National Park is in California’s Sierra Nevada mountains. It’s famed for its giant, ancient sequoia trees, and for Tunnel View, the iconic vista of towering Bridalveil Fall and the granite cliffs of El Capitan and Half Dome. In Yosemite Village are shops, restaurants, lodging, the Yosemite Museum and the Ansel Adams Gallery, with prints of the photographer’s renowned black-and-white landscapes of the area.

Aslinya lebih bagus lagi daripada foto dong dong ya. Kami sampai sini masih agak pagi, sekitar jam 9, jadi masih cepat dapat parkir, ga lama kemudian, mobil berdatangan, pengunjung semakin banyak. Tapi tetep keliatan lowong sih saking gedenya ini National Park, cuma keliatan padet pas di restaurant dan di tempat parkir.

Sehabis parkir mobil, saya dan suami jalan kaki mengikuti jalan setapak. Udaranya sejuk, bersih banget, super bersih. Hirup udara dalem – dalem rasanya sejuk dan seger masuk ke paru – paru. Biasa deh, kalo ke tempat kaya gini, pasti langsung mikir, seandaiiinyaaa di Indonesia, ada National Park yang dikelola secara baik seperti ini hehe.

Oh ya, di semua National Park yang saya datengin, selalu ada informasi bahwa tidak boleh menerbangkan drone tanpa izin. Bagus ya peraturannya ketat, jadi ga polusi udara.

Cantiknya 🙂 Keliatannya sepi ya, padahal kanan kiri saya rame yang lagi ambil foto juga 🙂

What a beautiful moment!

Makanan Selama di US

Paling gampang buat saya cerita soal makanan yang saya makan, karena food is life.

Kali ini saya mau cerita soal makanan yang kami makan sehari – hari waktu liburan di US. Untuk beberapa makanan khusus, seperti pastrami on rye, atau Burgernya Gordon Ramsey, akan saya review di kemudian hari.

Yang udah pasti ikut kami dari Indonesia adalah sambel bu rudy. Rasanya sungguh mengobati kerinduan akan cabaiiii.

Kami berdua sebenernya tidak harus sarapan di pagi hari, jadi seringnya brunch gitu. Misal, langsung makan ayamnya popeye atau KFC. Enak. Setiap ke restoran chain yang jual fried chicken, saya pasti selalu bahagia makan biscuitnya. Biscuit punya suami pun saya yang makan 😀

Saya share beberapa makanan yang saya foto ya, in between ini, kami makan noodle cup, fried chicken, beli buah di supermarket, burger, pizza, beef steak. Kalo di theme park, kami makan yang ada aja di sana. Rata – rata sih burger, fried chicken, turkey leg, churros, es krim.

Clam chowder with sourdough bread. Fav all the time, sampe makan berkali-kali.
Eri’s favorite burger beside Fergburger. Dia rela kalo makan ini tiap hari.
My fav, di mana pun! US portion always too much for us, biasanya kita cuma tambah 1 side dish lagi.
Fried chicken in small town “Lee Vining” restaurant. Eri’s favorite and mine as well. Juciy inside, crunchy outside. Btw, ini menu 1 porsi dapet 3 potong ukuran jumbo. Kentang, sayur, dan ada salad juga.
Selain taco(s) kami juga sangat menikmati mexican food. Ini makanan yang saya pesan ayam something (lupa)
Pesanan suami, beef something. Dia juga doyan. Kayanya dia doyan semua makanan di sini
Thai food!!!
Thai food, waktu ketemuan with Christa and Fam.
Tryin southern food. Ikan lele dan jambalaya. Sebenernya restaurant ini jual menu aligator, tapi kami ga berani cobain 😳
Long churros!
Turkey leg
Giant donuts from Lard Lad Springfield. Barrrrrttt Simpson
A humble beef noodle for windy Niagara Falls
Beef Taiwanese Noodle
Chicken ramen
Mexican!!!

Update Pindahan Rumah

Mulai minggu depan, kita nyicil bawa barang dari rumah Sawangan ke sana. Mungkin yang gampang diangkut mobil kita, semacam baju-baju, dan buku, lalu lanjut peralatan dapur, panci dan kawan-kawannya.

Kemaren tukang bangunan yang bikin dapur, udah selesai kerja. Udah siap buat ditinggalin. Kemaren saya udah lihat-lihat gordyn. 🤗 Beli AC untuk di kamar, untuk ruangan lain menyusul yaa.

Suami juga udah hubungin tukang tanaman, untuk pasang rumput dan beli beberapa tanaman, untuk di halaman depan dan belakang rumah.

Ini kedua kalinya saya pindah rumah, pertama dari rumah mama ke rumah sawangan setelah menikah. Sekarang, dari rumah sawangan ke rumah baru. Sedih pasti, tiap weekend aja rasanya ga mau kemana-mana saking pengennya lama-lama di rumah Sawangan.

Semoga proses perpindahan ini lancar. Ga ada drama apa-apa. Amiiinnn

2019 Review

I know, I know, we are in February already. But, I thought I need to share a very good moment and experiences from 2019.

In January 2019, my husband and I went to Labuan Bajo. Met Komodo was on the top list. But, we have a little adjustment on the plan, to hiked to Wae Rebo. Even though, it’s so tiring, Wae Rebo gives me a new perspective on life.

March 2019, we went to the holy city, Mecca and Medina. We have a good time there. We just follow the instruction from our muttawif, everything was so smooth. Thank God, we didn’t have an odd story when in Mecca. I love Medina more than Mecca, both cities give me a very great spiritual experience. Just FYI, even though I exercise regularly in Jakarta, the umrah journey still needs good physical and mental conditions. March also our wedding anniversary.

I went to Bali several times, with my husband and or with my friends. Bali always a good idea. I always had a good time when in Bali. Oh, I just hope that I could go to Bali this year, someday.

We went to Bintan, blue sky, blue sea, white sands, nice food! For the first time I watch “Iron Man”, dan menyesal kenapa ku tak bisa berenang. Karena, pengen coba ikutan kalo bisa berenang.

In August 2019, my office held its 10th anniversary. It was so bombastic and fantastic! The biggest anniversary that I ever handle. Thank you to all teams, who work hard to make it happen. Surely, it’s become a new standard for company anniversary. Haha!

Have you ever know, that one of my dreams is to take my husband to the US? And I did it. In October we spent three weeks in the US. He still very happy because we visited Death Valley, NYC, Grand Canyon, Yosemite National Park, etc. The best Road trip in 2019!

We started the renovation of our new home🏡. Can’t wait for it. We got a new car. I still can commit to my routine exercise. I seriously took driving class, and now I have a driving license! My family is all healthy.

We started our IVF program. At first, I felt so scary. Many questions come to mind. A lot of ”what if”. But, we try it eventually.

In November, on my bday, we check my last condition to our doctor. To prepare everything! Long story short, in December I got pregnant. The best thing ever. I still think that is a dream. I can’t believe it. Feel so unreal but it’s real.

So, yeah 2019 the best year so far. hope my 2020 will be a blast!

Pengen ke Sini

Tiba-tiba hari ini kepikiran, kenapa saya udah beberapa kali ke Medan, tapi belom pernah ke danau toba?

Jawabannya apa, saya juga ga tau. Mungkin karena pas di Medan lagi agak sibuk kayanya, jadi ga kepikiran bisa pergi agak jauh.

Selain ingin jalan-jalan ke Danau Toba, suatu hari saya pengen juga liburan di Pulai Kei, Pulo Cinta dan Raja Ampat.

Semoga suatu hari Tuhan mengabulkan doa ini. Amin?😊

Ketemu Komodo

Sekitar setahun yang lalu, saya pergi ke pulau Komodo. Selain pergi ke Wae Rebo, salah satu itinerary perjalanan saat itu tentu saja melihat Komodo.

Awalnya, saya sempet khawatir ga jadi liat komodo. Berhubung hari itu tiba – tiba cuaca lautnya kurang bersahabat, yang membuat kru travel bikin beberapa perubahan jadwal secara mendadak. Salah satunya kami ga bisa berkunjung ke Pulau Padar dan Pink Beach 😦 Tapi, diganti dengan Wae Rebo. Yang untungnya, ke Wae Rebo bener – bener kasih pengalaman berbeda.

Balik lagi cerita Komodo. Jadi, kami mengunjungi pulau Rinca untuk melihat Komodo. Saya ngeri juga awalnya sama komodo, takut aja gitu tiba – tiba si komodo ada di sebelah saya pas lagi jalan. Ternyata, sepanjang kita berkeliling di Pulau Rinca, kita bakal dikawal oleh tiga orang ranger. Jadi, jangan jauh – jauh dari mereka.

Senang pastinya bisa ketemu hewan yang ada dari jaman purba. Komodo itu keliatannya tenang diem, jalannya pelan juga, tapi ternyata sungguh menghanyutkan. Liurnya mengandung banyak racun, untuk melumpuhkan musuh, dan mereka biasanya makan mangsanya sampai ke tulang – tulang. FYI, komodo itu hewan yang tidak memiliki kasih sayang. Mengapa begitu? Karena, anaknya aja bakalan dia makan. Telurnya ga akan dia makan, tapi begitu menetas, akan dimakan. Makanya, kita mungkin akan ngeliat anak komodo ada di atas pohon, karena dari kecil mereka udah insting akan jadi santapan komodo lainnya.

Beratnya hidup jadi komodo hahahaa….

Haiiiii
Pintu masuk menuju Pulau Rinca. Jadi, pulau Rinca khusus tempat tinggal komodo, dan beberapa rumah tempat tinggal para ranger.
Kapal kita parkir di depan pintu masuk pulau rinca, liat deh, dua foto di atas. ada tulisan “loh buaya” karena katanya di area sekitar kita parkir kapal, dan jembatannya banyak buaya. Tapii untuuung kemaren ga liat buaya.
Komodo lagi ngaso. Meskipun terlihat santai, jangan berani mendekat
Be careful!

Adakah yang udah pernah liat Komodo secara langsung? Takut gaaaa?

Melepaskan sedikit stress

Buat saya, melepaskan sedikit stress itu caranya dengan baca, nulis, dan juga masak pastinya 😀

Rencananya, nanti malem mau masak spaghetti Bolognese buat bekel besok pagi, supaya besok pagi ga terlalu grasak grusuk :D. Udah beli dagingnya, dari Tokopedia, dianter pake grab dong. Padahal, bisa aja sih beli di mall sebelah kantor. Cuma, lagi males jalan ke sana. Oh yaaaa, satu lagi hal yang bisa buat saya hilang penat adalah keliling jalan – jalan di supermarket. Liat – liat bumbu, bacain bumbu, liatin keju, liat tahu, cari sayur baru, cari buah baru. Senangnya.

Tadi pagi, senangnya bisa sempat masak untuk bekal makan siang, masak salmon fetucinni aglio e olio, ditemani dengan selingan makan pisang, dan alpukat, plus satu slice pizza. Sarapan jam 8 makan bubur kacang hijau + ketan hitam, dua jam kemudian madu dan yoghurt.

Semoga, seiring berjalannya waktu, bisa makin sering nulis. Pengen nulis lagi soal jalan – jalan waktu di US, dan beberapa jalan – jalan lainnya, yang belum sempat terdokumentasikan dengan baik di blog ini. Sebagai pengingat dan pengenang aja gitu 😀

Segitu dulu tulisan kali ini, sampai ketemu lagi.

Gempa di San Francisco

Di hari sabtu pagi, masih ngantuk dan cape, karena semalam kami baru sampe dari Jakarta. Sekitar jam 9 pagi, saya bergegas ke toilet, suami masih tidur2an di kasur hotel, masih males-malesan lahhhh.

Saya, bergegas ke kamar mandi, pas duduk di toilet, baru juga beberapa detik, saya ngerasa ada suara, terus goyang sedikit, saya pikir suami saya jalan menuju arah toilet haahahahaha… Lanjut, hotelnya kaya di tabrak sama bis/truk. Saking saya duduk di toilet terus sampe bergerak kaya kedorong gitu loh.

Langsung, teriak manggil suami saya. Massss, coba liat, hotel kita ditabrak apa? Sambil deg-degan, suami bilang kayanya gempaaa. ga ada suara apa-apa lagi. Akhirnya saya cek twitter, ternyata beneran gempa sekitar 4SR.

Begitulah, penyambutan hari pertama kami di Amerika. 😀

My Two Weeks Waiting

Sambil menunggu two weeks waiting, sebenernya oleh dokter dan suster, saya dianjurkan untuk istirahat, jangan cape, dan boleh aktivitas seperti biasa, asal jangan olah raga aja. Bye bye sementara ke body combat, body pump, dan lari. Intinya jangan kecapean dan banyak pikiran. Suster bilang, boleh masak ko bu, aktivitas kaya biasa. Asal jangan keliling mall dari buka sampai mall tutup. Hehe

Akhirnya, saya memutuskan untuk istirahat 2 hari di rumah, abis itu tetep pergi kerja ke kantor. Karena, saya pikir saya bisa sangat stress malahan kalo menunggu aja selama dua minggu di rumah, ga ngapa – ngapain. Yang ada mungkin bisa nangis, kesel, bingung, ngambek.

Untungnya di kantor, saya bisa memanage stress dengan baik. Waktu berjalan cukup cepat berlalu karena saya beraktivitas seperti biasa, walau setiap pagi, saya berhitung ini hari ke sekian. Lagi apa di dalem, masih nempel ga ya. Apa rencana Tuhan buat saya?

Oh ya, saya sebelumnya juga sudah tanya ke suster, apa saja yang boleh saya makan. Suster bilang, yang ga boleh hanya yang mentah saja, dan kurangi yang asin, seperti telur asin dan ikan asin. Sisanya makan yang sehat.

Jadi, ada beberapa hari saya minta mama masakin makanan, di weekend saya masak sendiri. Suami makin rajin bantu beberes rumah, sebelumnya juga udah rajin, tapi ini jadi sangat rajin. Haha. Yeay.

Dua minggu, kalo jalan – jalan terasa enak, kalo nunggu terasa menegangkan.

Nanti, dilanjut lagi ya ceritanya.

Tahu

Posting ini akan ngobrol soal tahu. Makanan tahu, yang biasanya dibandingkan dengan tempe itu loh 😀

Jadi, weekend kemaren, saya nonton acara yang bahas soal tahu yang sudah di produksi sejak lama sekali dan juga restaurant yang menyajikan menu khusus tahu, lokasinya ada yang di China, ada yang di Jepang. Berhubung saya suka tahu, jadi saya nonton deh acara sambil selesai, dan ngebayangin sambil bergumam “Uuuu pasti enak. Waaa itu di mana aku mau coba”, dan sebagainya.

Restaurant tahu di Jepang contohnya, menyajikan semua menu tahu, masakan tahu yang disajikan, cuma dikasih sama sedikit bumbu. Pasti enak banget tuuuuhhh.

Kalo restaurant tahu di China, kebanyakan disajikan dalam bentuk masakan sarat bumbu, bukan cuma sapo tahu atau mun tahu doang, tapi banyaaaaaakkk banget menu tahu lainnya yang disajikan.

Setelah nonton acara itu, saya google penjual tahu terenak di Jakarta, tahu terenak di Tangerang. Tapi rata – rata yang keluar, hampir sebagian besar restaurant atau tempat makan pinggir jalan yang ada menu tahu di hidangannya. Misal, sapo tahu, tahu tek, tahu gimbal, tahu goreng krispi, dsb. Beda kalo cari referensi tempat tempe yang enak, rata – rata keluar di daerah Malang, atau daerah Jawa lainnya.

Padahal, yang saya butuhkan itu referensi tahu seperti, tahu mang amin yang berlokasi di Tangerang ini enak banget, semacam itu, semacam yang saya tonton di tv. Tapi sayang, saya ga nemu referensi yang saya mau.

Karena anaknya banyak maunya, jadilah siang itu saya bikin capcay pake tofu jepang. Enak banget.

Tahu yang saya paling suka, tahu semacam tahu susu, tahu bandung, tofu, atau tahu yunyi alias tahu yang padat. Kalo tahu sumedang yang kopong tengahnya, sebenernya saya kurang suka, tapi kalo ada ya makan juga sih hahahahaa….

Makanya, saya doyan ketoprak, gado – gado, tahu telur, pepes tahu, karena ada tahunya. Tahu is the highlight. Bahkan, kalo mama saya bikin bumbu pecel, saya dengan senang hati makan nasi, tahu putih dan bumbu pecel aja. Enak.

Sekian dulu ngalor ngidul tentang tahu.

Teman – teman ada rekomendasi pedagang tahu yang enak?