Tip Public Speaking

Beberapa hari lalu, saya dapat kesempatan untuk ikut Training Public Speaking yang dibawakan oleh Pak Avi, beliau ini dosen di salah satu kampus swasta di Jakarta. Berikut beberapa tips yang saya ingat 😀

Konon kabarnya ketakutan nomer satu hampir semua orang itu berbicara di depan umum, yang kedua baru takut mati. Agree? Biasanya ketakutan berbicara didepan umum disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya tidak suka menjadi pusat perhatian, kurangnya persiapan, dan merasa belum berpengalaman.

Ternyata berdasarkan riset dari CGAP Direct, materi yang dibawakan ketika berbicara di depan umum berperan hanya 30% sedangkan sisa 70% adalah bagaimana cara menyampaikan pesan tersebut atau bagaimana cara kita berkomunikasi dengan publik kita.

Peraturan Pertama:

Jangan Takut! Kelihatannya para penonton terlihat mengintimidasi atau menakutkan. Tenang, tarik nafas dan rileks, karena semua itu hanya persepsi kita saja. Coba keadaannya dibalik, ketika kita menjadi penonton apakah kita bermaksud atau ada niat mengintimidasi sang pembicara. Pastinya engga kan? Jadi, keep calm and confident (kaya tagline rokok ya) haha..

Peraturan Kedua:

Latihan. Latihan berbicara didepan teman dekat, pacar, suami, istri, keluarga, rekan kerja merupakan cara yang baik. Mereka terkadang menertawakan ( in positive or negative way), memuji, mengkritik, dll. Kalo kita sudah bisa tahan banting sama mereka, berarti kita akan tahan banting juga kalo jadi pembicara di depan umum J Atau latihan di depan kaca juga bisa membantu, tapi beberapa orang yang saya kenal ada yang merasa tidak nyaman ngomong / latihan di depan kaca jadi ga usah dipaksakan 😀

Peraturan Ketiga:

Kenali audiensmu. Mengapa? Karena dengan mengetahui siapa pendengarnya, kita bisa menyesuaikan bahasa yang akan digunakan, materi yang akan dibahas, cara penyampaian materi seperti apa. Dengan lebih memahami audiens, dijamin kita akan lebih rileks dan membuat ketegangan serta ketakutan berkurang.

Peraturan Keempat:

Siapkan materi presentasi sebaik mungkin, pahami materi presentasi. Pahami jangan dihapal, kalo dihapal biasanya lebih cepet lupa (kalo saya begitu :D). Buat materi presentasi yang menarik, misal menambahkan gambar (chart, graphic), video, music. Perkaya diri sendiri, dengan banyak membaca. Dijamin tidak akan kehabisan bahan pembicaraan.

Kalo keempat hal diatas sudah dilakukan, semoga  bisa memperlancar presentasi Anda. Grogi sedikit, keringatan sedikit, sakit perut (butterfly effect) sedikit itu wajar ko. Hampir semua manusia mengalaminya, bahkan ada yang bilang kita butuh rasa takut dan grogi agar kita tetap waspada.

Sementara sekian dulu tulisannya sesuai yang saya inget. Nanti lagi kalo saya ga males inget – inget, saya lanjut ya. Hehe…