Kangen Jaman Dulu

Kangen jaman dulu ketika belom ada pandemi.

Bisa pergi makan di luar bebas, bisa jalan kemana aja. Bisa olah raga bareng-bareng dengan senang hati.

Banyaknya kabar duka di tiga minggu terakhir, pada akhirnya bikin saya khawatir. Bukan karena sebelumnya saya tidak khawatir. Bukan, saya dulu ngerasa lebih ikhlas aja dan legowo dengan semua yang terjadi karena pandemi.

Meski awalnya butuh penyesuaian, I love go outside, I love meet people. I love try many restaurant and street food. I love just looking around at the supermarket. Tapi berusaha sabar, dan merasa ada Gladys di rumah. Sang Penghibur hati.

Namun, akhir-akhir ini berita duka kerap datang. Bikin saya sangat khawatir. How if it is me? How if, it is my husband? How if it is my mom? Or my sisters? Or aunt, uncle, cousins, or any other family members 😭

I can’t imagine that. Because what? I love my life right now. I like my stable life. I love being around Gladys and hubby.

I know, people will die eventually. Tapi, kebayang ga si rasanya ditinggal pergi tanpa bisa melihat langsung untuk yang terakhir kali? Tanpa “proper” saying good bye. It will hurt.

Sungguh, pandemi ini jahat sekali. Sangat jahat.

Saya cuma bisa berdoa banyak-banyak sama Yang Maha Kuasa. Semoga selalu diberikan kesehatan, panjang umur, dan barokah. Doa yang sama juga buat temen-temen yang baca tulisan ini. Amin.