Dunia Sambat di Twitter

Mungkin, sebagian dari teman – teman di sini sudah tau, kalo twitter sangat sangat sangat ramai (lagi). Bisa dibilang sedang ramai, ramainya.

Saya, seneng, karena merasa twitter aktif lagi, karena sejujurnya dari awal saya punya twitter, saya tidak pernah benar – benar meninggalkan twitter. Menurut saya pribadi, ada yang unik pada platform microblogging tersebut. FYI, dulu twitter disebut microblogging, bukan social media.

Namun, yang saya heran, para pengguna twitter yang hilir mudik di timeline saya (baik saya follow atau tidak), banyak sekali yang hobi ngeributin hal ga penting. Satu dua tiga kali oke lah, tapi kalo tiap hari kerjaannya komplain, apa ga cape ya mereka?

Terus, mereka juga bisa ya ribut dengan orang yang ga mereka kenal, well oke saya paham namanya orang mempertahankan atau memberikan pendapat di dunia twitter itu dianggap hal yang lumrah. Namun, apakah tiap hal mesti dikomenin? Mesti dibahas rame – rame gitu?

Oh ya, saya juga kurang sreg dengan mudahnya orang ngetwit dan berkata kasar, porno, seenak jidatnya (menurut saya ya, karena kata itu sifatnya subjektif meskipun ada beberapa kata yang bermakna neutral).

Yes pemirsa, saya tau semua kata itu bisa di-mute haha.. Mempelajari mereka itu sebenernya menarik, karena saya jadi makin sadar diri dan sadar jari untuk share dan ngomong apapun di media sosial saya.

Menurut saya, komplain bolehlah, tapi yang elegan gitu. Karena, saya juga memanfaatkan twitter buat komplain ko beberapa kali 😀

Ok, segitu aja. Saya ga mau dunia sambat masuk blog :p Kalo temen – temen main twitter, yuk share yang happy – happy. Cerita makanan, cerita jalan – jalan, cerita lucu, jokes garing, sejarah, musik, bahasa, share lagi cape juga boleh kooo.

Have a good day.

Iklan

8 respons untuk ‘Dunia Sambat di Twitter’

  1. denaldd Juni 19, 2019 / 7:03 pm

    Kalo aku bagaimana Ji? Kayaknya kita setali tiga uang ya, pamer makanan hahaha.

    Toss akupun agak gerah kalau baca cuitan yang kalimatnya makian ataupun memperolok yg tak elok. Tapi ya kan ga semua hal perlu dikomentari. Kayak ga ada kerjaan aja. Duniaku sudah cukup sibuk, ga cukup waktu adu jempol di dunia twitter. Sesekali boleh lah, kalau pas lagi nganggur haha

    • Puji Juli 2, 2019 / 5:40 pm

      Hobi pamer makanan dan masakan ya Mba. Ya, tidak semua hal mesti ikut komen, plus kalo misalnya komennya pedes atau pakai kata kasar. gimana gitu.

  2. ndu.t.yke Juni 20, 2019 / 7:26 am

    Tak terasa sudah 7 tahun kumeninggalkan twitter…..

  3. Grant Gloria Juni 20, 2019 / 5:28 pm

    Pengen share kalo lagi pengen makan sesuatu. Buat kode-kodean. Wkwkwkwk

  4. Phebie Juni 22, 2019 / 5:16 am

    Nah. Komplain yg elegan itu ukurannya bagaimana ya mba Puji? Setiap org tingkat sesitivitasnya beda, user yg kulit badak dan kulit tipis 😂 serius nanya…btw aku sdh pernah tanya akun twittermu blm mba?#oelupa

    • Puji Juli 2, 2019 / 5:39 pm

      silakan follow s_fauziah hahaha. Komplain yang elegan itu menurut aku yang bisa menjelaskan duduk perkara beserta masalahnya dan apa yang kita mau, lalu tidak perlu pakai kata – kata yang tidak pantas. Hehehe

  5. zilko Juni 23, 2019 / 5:20 pm

    Aku sih semenjak dari awal nggak pernah klik dengan Twitter, akhirnya ya memang nggak pernah pakai, hahaha. Sekarang memang sepertinya masih ramai ya. Tapi tetap aja, rasanya kok masih nggak tertarik gitu 😛

    • Puji Juli 2, 2019 / 5:39 pm

      Emang ada beberapa social media yang ga bisa klik ko, aku juga (dulu) ga pernah sekalipun bikin akun path 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s