Mudik 2019

Sebelum Bulan Syawal lewat, saya ingin mengucapkan. Minal Aidin Wal Fa Idzin. Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal kalian.

Jadi, lebaran ini, saya mudik ke kampung suami saya. Tapi kali ini agak sedikit berbeda, karena seluruh keluarga besar saya ikut mudik dengan total 18 orang + 1 anak bayi. Bagaimana rasanya? Sungguh seru dan rempong. Tujuan mudik tahun ini adalah Lampung dan Palembang.

Hari pertama lebaran, kami pergi dari Tangerang ke Lampung. Termasuk cepat, berangkat jam 10 pagi, sampai di lampung jam 3 sore. Sampai Pelabuhan Merak langsung masuk kapal, keluar Pelabuhan Bakauheni langsung bablas jalan tol, menuju pantai. Abis dari pantai baru lanjut ke hotel taro barang, saya dan suami keliling saudara – saudara di Lampung.

Hari kedua, kita berangkat dari Lampung ke Palembang, dengan harapan akan hanya menghabiskan waktu 3,5 jam melalui jalan tol yang beroperasi fungsional. Namun, ternyataaaaa di salah satu pintu keluar (aduuuh lupa nama pintu keluarnya apa ya). Jalan tol menuju Palembang di blok, jadi kita harus lewat jalan biasa. Pupus sudah nyampe cepat di Palembang. 😦 Rencana durasi perjalanan yang hanya 3,5 – 4 jam, harus ditempuh dalam waktu 7 – 8 jam. Ya cukup cepat siii, dibanding waktu dulu lewat jalan biasa dari Lampung – Palembang bisa 10 – 12 jam.

Meskipun sedikit kecewa, karena ga bisa ekspress sampai ke Palembang. Kekecewaan saya terobati dengan makan siang di RM Pagi Sore, hahaha… Anaknya mudah dirayu dengan makanan. RM Pagi Sore ituuuuu sungguhlah amboiii rasanya.

Hari Jumat pagi, kita isi dengan makan, nyebrang Pulo Kemaro, dan makan, dan makan, dan makan lalu kita juga ke Jakabaring Sport Complex, buat foto – foto aja. Makanan kita adalah mie celor, martabak HAR, pempek, kerupuk, Pindang Patin, Berengkes, Seluang Goreng, dan lainnya. Iya kami memang makannya banyak.

Ngurus 19 orang pergi bareng itu sungguh luar biasaaa, nyari parkir, ngantri tempat makan, nyari hotel omg penuh perjuangan (suami saya tentunya), namun semua itu terbayar karena semua happy happy.

Tiba saatnya pulang, kita syukurnyaaaaa bisa cobain tol fungsional yang sedang dibuka satu arah dari Palembang menuju Bakauheni. Begitu kita liat jalur tol nya, ternyata emang baru satu jalur yang jadi. Makanya, cuma one way sesuai tanggal arus mudik dan arus pulang. My husband seneng banget bisa cobain jalan tol presiden kebanggaan dia.

Percaya atau tidak, kalo kita ga pake stop isoma, perjalanan Palembang – Pelabuhan Bakauheni cuma 3,5-4 jam. Ya ampuuuunnnn itu sungguh membahagiakan. Namun, tetappppp kita kebagian penuhnya orang mau masuk kapal. 2 jam aja gitu nunggu masuk kapal. :/

Alhamdulillah kita semua sampai di rumah dengan sehat dan selamat.

Sampai ketemu di cerita mudik selanjutnya.

Iklan