Kelakuan

Udah lama ya saya ga share kelakuan Pak Suami yang kocak.

Jadi, begini ceritanya. Pagi ini jam 4 subuh, dia berangkat ke Airport untuk ke Surabaya. Dia baru tidur jam 1an pagi, padahal udah mesti bangun di 3.30. Gara-garanyaaaa dia jemput saya pulang maen sama temen-temen πŸ˜‚ Dibilang ga usah jemput, dia kekeuh mau jemput.

Anyway, bangunlah kami jam 3.30 terus dia ready to go ke bandara. Pas saya udah hampir terlelap, ada telp bunyi. Taunya dari supir taksi yang bilang kalo dia belum dibayar sama suami, tapi pak supir udah kasih kembalian 🀣🀣 Ga tauuu deh mana yang ngantuk, eh udah pasti dua-duanya ngantuk hahahahahaa

Saya langsung telp suami, nanya soal si supir. Di awal dia haqqul yakin kalo udah bayar, saya suruh suami itung ulang uang, pas diitung taunya dia emang belom bayar taksi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ karena uang dia jadi nambah.

Ya ellaaahhh πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ

Iklan

Cinnamon Roll

Tulisan ini bukan mau share resep cinnamon roll, tapi mau bilang bahwa dua minggu lalu saya bikin cinnamon roll untuk pertama kalinya dan alhamdulillah sukses. Yessss!!!!!

Cirol buatan saya, masih standard banget. Bukan cirol yang pake cream cheese gitu. As my hubby request, dia maunya cirol yang biasa aja. Tbh, saya ga terlalu suka sama cinnamon, but my hubby really like it. Jadi, lama-lama saya doyan juga.

My mom as well as my sisters suka sama cirol buatan saya.

Kalo ada orang yang seneng sama masakan kita, rasanya bahagia ya, cape cuci piringnya terbayar gitu πŸ˜ƒ

Penampakan cirol sebelum di potong. Excuse me kalo sebut cirol, kebiasaan barista lama inii πŸ€—

Next week, semoga tidak ada aral melintang mau bikin nastar. Udah nanya-nanya resep ke Mba Yoyen ☺️ semoga jadi bikin!!!

See you on the next post.

SEA Aquarium Singapore, Perlukah dikunjungi?

Jawabnya adalah perlu, jika kamu suka melihat ikan, suka melihat bintang laut, dan semua makhluk hidup di laut πŸ˜€

Apakah engkau akan menemukan kebahagiaan di sana? Jawabnya adalah iya, jika balik lagi jawaban di atas. Hahahaha….

Liburan awal tahun 2019, saya dan suami sempatkan jalan – jalan ke SEA Aquarium, karena agak bosan ke USS. Well, mungkin bosan bukan kata yang tepat, lebih tepatnya adalah saya malas bertemu keramaian yang luar biasa, malas antri terlalu lama untuk menikmati satu permainan. Pengennya liburan akhir tahun 2018 itu santai aja gitu, ga ngejar apa – apa. Syukurnya juga, kepadatan di SEA Aquarium Singapore masih sangat bisa ditolerir.

Display ikan – ikan lucu di SEA Aquarium Singapore, pretty much mirip sama SEAWorld Jakarta. Tapi, setelah saya pikir – pikir lagi, emang displaynya mesti gimana coba ya hehe… Kecuali mungkin nyelem beneran.

Daripada saya banyakan ngoceh ga puguh, (ga puguh itu ga jelas) langsung liat foto – foto aja yaaa.. (yang kebanyakan gelap karena di sana gelap)

Ikan di kapal karam
Daddy Shark, Grandma Shark, Family Shark, dudududu
awas tersengatttt!!!!

Cantiknyaa kalian semua
Jangan saus padang-in akuuuu

Banyak anak yang durhaka sama orang tua, di aquarium ini. Haha
Let’s touch Patrick!

Sekian

Aquaman mana niiih katanya mau dateng

Review Fika Swedish Cafe – Singapore

The famous “Swedish Meatball”

Liburan akhir tahun kemaren, kami sempet jalan – jalan ke Singapore. Lalu, iseng pengen cobain makan di Fika dan hasilnya tidak mengecewakan bahkan menggembirakan.

Review makanan:

Swedish Meatball (foto di atas) menurut saya, ini sangat – sangat lebih enak dibandingkan dengan swedish meatball dari ikea. Meatball nya empuk, sausnya creamy dengan kekentalan yang pas ditambah sauce lingonberry yang memperkaya rasa daging. Disajikan panas, fresh from the pan! Nilai 9/10.

Fishermans Pasta


Fishermans Pasta consist of linguine pasta, mussels, white fish, squid, and prawn. Served with a lemon-butter sauce, and topped with fresh rocket leaves and cherry tomatoes. My husband’s favorite. Entah kenapa he always loves food which has lemon inside πŸ™‚ Anyway, I love it too, nilai 9/10.

Order this drink, I forgot the name and coffee for hubby

The ambiance

Fika is located at 257 Beach Road near to Haji Lane area (the photogenic street on Singapore I guess)

Good thing for my Moslem friend, Fika is a halal restaurant! Jadi, bisa banget nih jadi pilihan kalo abis cape foto – foto di Haji Lane, mau Fika di sini πŸ˜€ Enjoy!

Sampe jumpa di review dengan foto seadanya.

bonus foto ahhahaahah

Tack!

Ga Punya Banyak Waktu

Judul di atas, biasanya dijadikan alasan untuk sesuatu yang kita ingin lakukan tapi tak kunjung dilakukan. Padahal, bukan ga punya banyak waktu, tapi ga diprioritasin aja. Dianggap ga penting karena yakin bisa ditunda-tunda lalu kita memilih untuk menunda.

Contoh kegiatan yang udah cukup lama ingin saya lakukan adalah beberes dapur. Biasanya, kalo saya selesai masak bagian yang saya bersihin ya bagian dapur yang terkena cipratan masakan, sisanya yaaahhh di lap seadanya. Baru tadi pagi, niat beberes dapur sampe satu setengah jam sendiri πŸ˜›πŸ˜›

Aku bangga terhadap diri sendiri!

Lalu, kegiatan lain yang ingin saya lakukan adalah rajin balik lagi nulis blog. Dimulai dari hari ini ya!!!! πŸ˜ƒ

Setiap mau tulis blog selalu merasa, ah nanti aja nulisnya. Besok deh, besok lagi, besok lagi. Gitu aja terus sampe lupa ceritanya. Semoga bisa rajin lagi share hal-hal berguna dan tidak berguna lainnya di blog ini.

Oh ya, selamat imlek buat teman-teman yang merayakan 😁

2 Jam Mendaki demi Wae Rebo

Hi kawan, apa kabarnya? Semoga dalam keadaan baik.

Minggu lalu, saya dan suami pergi mengunjungi Flores, NTT. Salah satu highlight dari perjalanan itu adalah, mendaki gunung selama dua jam, untuk melihat desa Wae Rebo.

DESA Wae Rebo di Flores, NTT yang terletak pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut ini layaknya sebuah surga yang berada di atas awan.

Wae Rebo, I Love you

Wae Rebo is an old Manggaraian village, situated in pleasant, isolated mountain scenery. The village offers visitors a unique opportunity to see authentic Manggarai housing and to experience the everyday life of the local community. In the village of Wae Rebo, visitors can see mbaru niang – traditional, circular cone-shaped houses with very unique architecture. Nowadays, it is still a place to hold meetings, rituals and Sunday-morning prayers together. source: http://florestourism.com/districts/wae-rebo-village/

Sungguh penuh perjuangan untuk bisa mencapainya, terutama bagi mereka yang jarang olahraga. Saya tiba di sana setelah mendaki kurang lebih 9km selama dua jam, (agak congkak memang, sedangkan suami tertinggal 30 menit di belakang saya, hueheheheh).

Iya mendaki, karena memang selalu menanjak jalannya 😦 Udah gituuuu, ditambah dengan hujan, awalnya rintik – rintik imut, lalu lama kelamaan menjadi cukup deras. Sedihnya adalahhhhh, jas hujan saya titip di tas suami, mungkin ini balasan dari Tuhan kepada saya yang meninggalkan suami di belakang, wkwkwkwwk….

Saya dan rombongan yang di depan, selalu penasaran. Ini kapan sampenya siiih, perasaan kita kalo berenti cuma sekadar minum seteguk – dua teguk lalu lanjut jalan lagi. ahhahaahah… Pernah satu kali, kami ketemu orang yang turun gunung, si kakak itu bilang 15 menit lagi pasti sampe, tapi kenyataannya kami baru sampe 45 menit kemudian :/

Halo, kami siap mendaki.
Mohon maaf pria berkaos macan, istrimu meninggalkanmu πŸ˜€

Ingat, hutan hujan di Indonesia itu lembab jadi penuh dengan pacet atau lintah. Seumur hidup baru kemaren di Flores saya ketempelan pacet beberapa kali, hehehe.. Ga ada rasanya ternyata ketempel pacet, pas mereka diambil dari kaki saya juga ga ada rasa sakitnya, cuma geli aja gendut – gendut gitu.

Apakah semua terbayar setelah berjalan selama dua jam? Ya, terbayar. Alhamdulillah. Saya bersyukur pernah pergi ke Wae Rebo. Hal yang tidak akan saya sesali walaupun basah kuyup, kalo cape siihhh yaaahhh kecil lah (sombong to the max ahahahaah).

Baru mulai aja udah nanjak

Ngaso dulu sambil minum seteguk dua teguk

Ini beberapa barang yang harus kalian bawa kalo mau mendaki ke Wae Rebo

  1. Sepatu mendaki, mengingat kita akan melewati hutan yang cukup lembab dan licin, saya pake sendal jepit waktu itu. Untung ga kenapa – kenapa :/
  2. Jas hujan. Siap selalu jas hujan di tas kamu sendiri, jangan dititip di tas orang lain. Belajarlah dari pengalaman saya :p
  3. Tas anti air. Kalo punya, kalo ga punya coba beli deh di Tokopedia. Note: Ini bukan postingan berbayar. Wehehehe
  4. Air minum. Percayalah, kalian akan sangat membutuhkan ini! Tapi bawa secukupnya aja ya, kalo emang hausan banget, 1 liter cukup, tapi kalo emang ga terlalu haus, bawa aja 500ml.
  5. Topi. Supaya ga kepanasan
  6. Tembakau. Fungsinya untuk dioles ke seluruh bagian tubuh yang terbuka supaya ga ketempelan pacet/lintah.
  7. Tongkat. Sangatlah amat membantu dan berguna tongkat ini ketika kita mendaki.

Sedikit saran, untuk temen – temen yang baru pertama mendaki. Ketika istirahat, jangan langsung duduk, kalo mau nyender boleh, tapi jangan terlalu nyaman. :p maksudnyaaa nyender ke batu gunung. Lalu, jangan kelamaan berenti, supaya heart rate kalian ga turun drastis. Jadi, pas mulai mendaki lagi ga terlalu deg – degan seperti di awal. Ingat selalu untuk menghirup nafas yang panjang.

Sementara, ceritanya segitu dulu. Kalo saya sempet, saya ceritain lagi kehidupan di sana seperti apa ya.

Kiss and Love