Hati – Hati Main Sosmed

Sebagian besar dari pemain sosial media, terutama twitter dan facebook pasti sudah tau berpulangnya Bapak Nukman Luthfie sang Bapak Social Media.

Saya senang dengan banyak pandangan alm mengenai, bagaimana sebaiknya kita ber-media sosial. Dan saya pernah juga satu kalo jadi LO nya alm ketika di kampus dulu, mmm mungkin 11 tahun yang lalu, ketika twitter baru mulai masuk ke Indonesia.

Di bawah ini saya kutip beberapa saran alm mengenai gimana sebaiknya kita menggunakan sosial media.

“Media sosial itu banyak manfaatnya, terutama untuk ekspresi diri. Di sisi lain, media sosial juga bisa berdampak negatif, terutama mengganggu waktu tidur yang bisa merusak produktivitas kita, takut ketinggalan info dan perundungan.”

Pengakuan!!! Saya saat ini lagi seneng banget hal recehan dan seneng bikin kegalauan tingkat dewa untuk para followers saya. hahahaa… Saya ga ada maksud apa – apa bikin itu, cuma buat fun dan tentunya ningkatin engagement (becandaaaa) serius amat 😀 Menurut saya lebih baik daripada komentar tajam terus kepada pemerintah, twit sok mesum, atau nyinyir kepada hal lain yang semestinya ga kita urusin.

“Media sosial itu jendela kecil untuk menafsir siapa kita.” 

Sebetulnya, saya di dunia nyata dan di dunia maya itu “Branding” nya hampir mirip, kenapa hampir? Ya, karena itu tadi, media sosial itu cuma jendela kecil, sebagian kecil yang saya pilih untuk bisa saya bagikan kepada temen – temen di jagat maya. Dengan personal branding melalui media sosial, pandangan followers mengenai diri kita tidak lagi didominasi oleh apa yang dikatakan oleh pihak luar seperti teman, atau keluarga, tetapi kita juga ikut mengisinya sesuai personal brand yang ingin kita bangun. 

Hati – hati karena kebanyakan followers tidak tau kita seperti apa, dan masih banyak orang yang perceived kita sama seperti apa yang kita tulis di sosial media. Ya kalo positif dan baik – baik bagus, kalo jelek :p

Oke geng, have a good day!

Iklan