Bagaimana kabar larimu?

Semalem dong, saya mampu menyelesaikan lari 45 menit nonstop. What a big achievement for me!!!!! Biasanya 30 menit aja, udah cukup.

Lari, buat saya pribadi merupakan proses kesabaran. Saya tidak (atau mungkin belum) memiliki plan untuk menjadi pelari maraton, tapi buat saya pelari amatiran ini. Lari buah dari kesabaran, buah dari proses, baik finish atau tidak di garis akhir.

Lari dan waktu dua hal yang berhubungan erat, dari N waktu yang kita punya, terserah pada kita mau berlari pada kecepatan berapa, dan mau berakhir di KM berapa.

Mirip ya sama hidup, dalam 30 menit yang kita punya kita mau ngapain, mau “berlari” di kecepatan berapa, mau “finish” di KM berapa.

Perlu diinget, bahwa tidak perlu melirik hasil akhir, atau speed “tetangga sebelah” (ini saya suka lirik – lirik) hehe. Karena, kita ga pernah tau, seberapa rajin dia latihan, seberapa dia pengen jadi pelari, atau mungkin siapa tau dia atlet, atau ya cuma pengen lari iseng aja. Ya you know what I mean lah ya pembaca yang budiman?

Inget, sebelum lari juga ada pemanasan dan pendinginan.

Dan, ga perlu bingung kalo orang ga suka lari, bebas. Pilihan hidup masing – masing.

Ok, ciao

Selamat makan siang waktu Jakarta Selatan which is which is.

Stay gorjes!

Iklan