Puasa hari kedua di 2018

Apakah saya akan menulisĀ puasa di setiap siang? Jawabannya, tentu tidak dong :p Tapi, sebisa mungkin jika saya duduk di depan laptop ketika jam istirahat, saya akan tulis blog. Insha Allah.

Anyway, puasa baru dua hari, berarti sahur baru dua hari dong. Hari pertama sahur, saya (dan suami pastinya) makan nasi putih, sambal roa, telur dadar dan spicy wing.

Lalu, semalam saya tanya ke suami mau makan apa buat sahur. Dia jawab, aku mau indomie goreng pake telur dan sambel roa. Lah ko? Beneran? Iya beneran. Oke, siap. Awalnya niat saya pengen goreng indomie goreng (apah gimana?) Jadi nih ya, mie di rebus dulu, lalu saya tumis ulang (lebih tepatnya ditumis kali bukan di goreng). Dengan bumbu tambahan, bawang putih, bawang merah, sayuran pokchoi (atau sayur lainnya yang tersedia), jamur portobello, tofu (atau udang atau ayam), tak lupa cabe rawit merah beserta semua bumbu instant dari si indomie nya. Itu enak loh, saya juga suka bikin versi gini dari indomie rasa kari ayam.

Namun, itu kan niat awal. Pas mau tidur suami bilang, jangan digoreng lagi ya mienya. Aku mau makan indomie goreng biasa aja. Okee siap.

So, tadi saya sahur dengan semua tumisan diatas (tanpa indomie goreng) plus beberapa butir anggur. Sedangkan suami makan sesuai pesanannya.

Di sahur hari kedua, teman – teman makan sahur apa?

 

 

Iklan