Senandung Di Atas Awan (Cerita Papua)

Ga pernah terbayangkan sebelumnya, kalo saya bakalan bisa menjejakkan kaki di tanah Papua. Apalagi, karena tugas kantor. Ga pernah kepikir bahwa kantor “online” bakal kasih saya kesempatan keliling Indonesia.

Dulu saya pernah bergumam dalam hati, seneng kalo bisa kerja dan sesekali kerjaannya nyuruh keliling Indonesia. Eh tapi pas kerja di “dunia online” saya langsung pikir mungkin impian itu ga akan jadi nyata. Tapi ternyata, Tuhan memeluk mimpi saya dan mengabulkannya.

Perjalanan ke Papua dimulai dengan naik Batik Air malam hari, jadi sampai Papua pagi. Saya udah seneng karena saya pikir di pesawat bakal sepi jadi bisa bobo selonjoran. Tapi ternyata, penumpang pesawatnya penuh. Jadilah selama minimal 5 jam harus tidur di kursi dengan senderan ke belakang yang sangat tebatas. πŸ˜…

Sampai di Papua dengan sehat selamat, tanpa kurang suatu apapun.

Papua itu indah, indah banget. Saya stay di Jayapura, kotanya berbukit-bukit dengan danau di tengah kota. Dan sempet mampir ke Danau Sentani. Apakah ga mau sekalian ke Raja Ampat? Mau sih, tapi waktu tidak memungkinkan.

Apa yang membuat Papua indah? Mungkin karena manusianya lebih menghargai alam, dan juga mungkin karena tidak padat penduduknya. Jadi masih banyak lahan hijau dan juga ada danau di tengah kota.

Sempet ditawarin juga, untuk sekalian mampir Papua New Guini, tapi lagi-lagi soal waktu yang tidak bisa diajak kompromi 😦

Apa yang terjadi, kita bisa nyebrang Danau Sentani. Hampir tadinya, saya ga ikutan. Untung dipaksa ikut. Jadi saya sangat beruntung dipaksa ikut.

Nyebrang Danau Sentani, mau ke Desa Dondai

Semoga apa yang kita berikan bisa bermanfaat buat adik-adik.

Di sekolah Desa Dondai

Apalah artinya ke Papua, tanpa cobain makanan pokok mereka, alias Papeda.

Apa rasanya Papeda? Cobain aja makan sagu ga di masak, yang rasanya glosor-glosor gitu di tenggorokan. Supaya ada rasanya, papeda dicampur kuah kuning dengan lauk ikan.

Versi beli di restoran

Kebaikan hati warga Dondai, menyuguhi kami makan siang.


Tugu MacArthur

Mampir ke Tugu MacArthur, penjelasan detail bisa tengok link ini

Jayapura dilihat dari Tugu MacArthur

Sekian cerita dari Papua, mungkin tulisan ini tidak bisa merepresentasikan betapa indahnya Papua. But, hope the pictures does. 

Masih kurang puas keliling Papua. Someday, I’ll be back.

Iklan

18 thoughts on “Senandung Di Atas Awan (Cerita Papua)

  1. zilko Februari 16, 2017 / 1:39 am

    Wuih!! Asyiknya ke Papua!! πŸ˜€

    • Puji Februari 16, 2017 / 6:10 pm

      Pernah ke sini ga, Ko?

  2. Gara Februari 16, 2017 / 11:30 am

    Iya, semakin ke timur itu langit semakin kobalt, air laut semakin toska, suka deh pokoknya. Saya dulu belum sempat sampai Papua daratan, baru ke pulau sekitar di leher burung. Tapi itu pun sudah ngebet buat balik lagi dan mencoba menyesap kehidupan di sana. Kangen dengan gugusan awan, langit yang selalu dinamis, dan durian yang aduhai enaknya. Setuju, kita mesti belajar banget dari masyarakat Papua soal bagaimana bersahabat dengan alam, hehe.

    • Puji Februari 16, 2017 / 6:10 pm

      Waktu aku ke Palu, Samarinda, Makassar dll. Itu juga langitnya biru dan awannya cantik, meskipun panasnya jangan ditanya ya hehehee

      • Gara Februari 17, 2017 / 11:06 pm

        Makin biru makin panas ya Mbak, haha.

  3. @nurulrahma Februari 16, 2017 / 12:10 pm

    Indaaaaahhhh banget yaaaa…! Nggak salah deh, kalo Indonesia ini sepenggal tanah surga πŸ™‚

    • Puji Februari 16, 2017 / 6:09 pm

      Udah pernah kesana Mba?

  4. adhyasahib Februari 16, 2017 / 8:36 pm

    Ke ternate kapan ya? πŸ˜€

    • Puji Februari 16, 2017 / 8:38 pm

      Mauuuuuu

  5. Susleni Februari 16, 2017 / 8:49 pm

    Waaaa cantiiiikkk bangeeettt….
    Papua tempat yg paling ingin dikunjungi kalo ada kesempatan.
    Btw, salfok sama murid SD nya mbak. Itu beneran cuma segitu ya 1 kelas.
    Pasti fokus banget belajarnya πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

  6. gustina Februari 17, 2017 / 8:52 am

    Mba Puji, kerja di toped ya… waaw kereeen
    Makan sagu, cepet begah perut πŸ˜€

  7. Dila Februari 17, 2017 / 2:01 pm

    Pujiiii aku sampe nelen ludah deeeehhh nih, seneng bgt sih bisa ke Papua. Itu salah satu destinasi impian aku hihihi. Lucky u lho Ji, punya kerjaan asik plus bs keliling kemana2. Seru!

  8. claraBerkelana Februari 20, 2017 / 9:41 pm

    Bucket list aku nih ke Papua. Tp kadang kl diitung harganya kayak ke ostrali, dan malah lbh murah ke Jepang. Dilema ya. Tp banyak bgt yg bilang pemandangannya bagus bgt. Jadi penasaran.

    • Puji Februari 21, 2017 / 12:47 pm

      Masa sih Mba lebih murah dibanding ke Oz? Mungkin maksudnya kalo ke Raja Ampat kali ya πŸ˜€
      Tapi pemandangannya tuh kaya masih perawan gitu πŸ˜€

      • claraBerkelana Februari 21, 2017 / 12:59 pm

        Iyaaaaa lbh murah dibanding oz. Hahhaha banyak yg bilang bagus bgt papua, makanya penasaran

  9. saribainbridge Februari 21, 2017 / 1:43 am

    wah cantik banget ya Papua.. πŸ™‚ waktu itu pingin banget ke Raja ampat belum kesampean

    • Puji Februari 21, 2017 / 12:46 pm

      Aku pun belom kesampean ke Raja Ampat πŸ˜€

  10. mysukmana Februari 28, 2017 / 11:12 pm

    mbaca ini mlm mlm kok baju yg kupake skg sama ya..ciptakan peluangmu…hahaha ini kebetulan atau bagaimana..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s