Jika Hamil Itu Kompetisi Apakah Semua Perempuan Harus Jadi Pemenang?

IMHO this one is worth to share!

Flying so light to the sky

Marisa Tomei, Artis dan Produser Marisa Tomei, Artis dan Produser

Seorang teman saya membagikan sebuah link artikel yang pernah ditulisnya ketika belum melahirkan. Salah satu kalimat yang saya ingat betul adalah hamil itu bukan lomba makan kerupuk, siapa yang paling cepat habis maka dialah pemenangnya. SAYA MENGAMININYA DENGAN SEGALA IMAN KEBERTUHANAN YANG SAYA PUNYA.

Tahun ini, saya dan Daniel memasuki pernikahan ketiga. Maka intensitas pertanyaan kapan hamil makin sengit kaya walang sangit….Jika di bulan-bulan awal pernikahan pertanyaan, β€œKapan hamil?” masih bisa saya jawab dengan senyum-senyum manis, bayangin dong di tahun ketiga ini bagaimana saya menjawab pertanyaan itu. Dengan mencoba tersenyum. Dicatat ya, mencoba tersenyum. Iya ngga bisa senyum santai kaya dulu karena terlalu amat sangat bosan mendengar pertanyaan seputar hamil. Begini kira-kira reaksi dalam hati ketika pertanyaan-pertanyaan itu muncul.

Lihat pos aslinya 1.141 kata lagi

Iklan

20 thoughts on “Jika Hamil Itu Kompetisi Apakah Semua Perempuan Harus Jadi Pemenang?

  1. denaldd Mei 18, 2015 / 8:06 pm

    Thanks for sharing Ji. Baca komen2 disana jadi banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa diambil hikmahnya. Tawakkal. Semua pasti datang disaat yang terbaik 😊

    • Puji Mei 18, 2015 / 9:36 pm

      Iya Mba πŸ™‚

    • Puji Mei 19, 2015 / 5:59 am

      Menang harus muka badak di kitanya ya Mba Tje

  2. mrspassionfruit Mei 19, 2015 / 2:55 am

    Aku baca ini jd ngenes dan prihatin banget Ji. Tapi familiar banget sih sama nada2 keponya… aku masih dlm tahap kapan kawin. Kmrn saking sebelnya aku bentak orang yg nanya pake nada menghakimi ‘tunggu apalagi blablabla’ itu. Aku jawab aja ‘nunggu restu emak gw! Nunggu duit tumbuh d pohon! Ngana mau bayarin??’ Haha

    • Puji Mei 19, 2015 / 6:01 am

      Biar rasa di bales begitu ya. Lol

  3. mrsmuhandoko Mei 19, 2015 / 7:43 am

    Hai mbak, hahaha saya cuma bisa ngelus dada aja kalo ada yg komen gini *dadanya jupe* saya sedang memasuki tahap ini nih. Kapan hamil? Si itu aja yg baru nikah udah langsung hamil, cepetan nyusul. Kujawab aja, emang lu kira lomba balap karung suru cepetan nyusul ? :p

    • Puji Mei 19, 2015 / 10:32 am

      Hahhaa, sabar ya πŸ™‚

      • mrsmuhandoko Mei 19, 2015 / 10:35 am

        Haha iyaaa… orang sabar pangkal ketjeh :)))

  4. Arman Mei 19, 2015 / 8:25 am

    iya lah gimana juga mau dijadiin kompetisi ya.. kan hamil itu keputusan dari Yang Di Atas, bukan manusia yang menentukan… πŸ˜€

    • Puji Mei 19, 2015 / 10:32 am

      Setuju πŸ™‚

  5. Crossing Borders Mei 19, 2015 / 9:53 am

    Orang kepo bin nyinyir emang gak ada matinya.., untung daku termasuk orang yg “galak” terhadap orang tipe ini, terutama sama yg tipe kurang ajar omongannyaπŸ˜πŸ˜„πŸ˜

    • Puji Mei 19, 2015 / 10:36 am

      Sikaaatt

      • Crossing Borders Mei 19, 2015 / 11:31 am

        HahahaπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ‘πŸΌ

  6. Swastika Nohara Mei 21, 2015 / 10:53 am

    Haduuuuh… Kalau hamil adalah kompetisi, lalu siapa yg jadi jurinya dan apa hadiahnya? hehehehe…

    • Puji Mei 21, 2015 / 11:22 am

      Haha betul πŸ™‚ yang jadi juri siapa ya

  7. fee Mei 22, 2015 / 8:50 am

    Jadi perempuan itu harus siap diusili oleh sesama perempuan sendiri. Karena perempuan punya kecenderungan menjadikan urusan orang lain sebagai isu. Tanpa sadar itu akhirnya menjadi bully. Hikmahnya jangan jadi orang yg demikian. Hal pertama yg harus dilakukan, kita harus berhenti berpikir bahwa diri kita yg menjadi masalah. Jangan mau dikendalikan oleh perkataan orang lain. Masalah sesungguhnya, yang saya lihat adalah bagaimana mental kita menyikapi orang2 yang bersikap demikian. Kalau sudah bisa kita hadapi dengan ikhlas sambil tersenyum, kita pemenangnya.

    • Puji Mei 22, 2015 / 8:53 am

      Memang ikhlas kuncinya πŸ™‚ dan oh ya, kalo perempuan emang apapun ditandingin sih haha… Working Mom, Stay at Home Mom, Asi, Non Asi, Sesar, Normal, dannn lain – lainnya…

  8. kekekenanga Mei 27, 2015 / 8:59 am

    Sama hal nya dengan kalau menikah itu kompetisi apakah semua perempuan harus jadi pemenang? hehehee
    Saat ini saya masih dalam masa2 banyaknya org yg nyinyir menanyakan kapan nikah 😦
    Semua org pasti ingin nikah, begitupun dengan memiliki anak, tapi kan kemabli lagi kepada Sang Penentu, kapan Dia mempercayakan kita untuk bisa menjadi seorg istri atau seorang ibu, aku percaya semua itu ada waktunya masing2 yah Mba πŸ™‚

    Kalau aku sih semakin aku merasa terbully dengan pertanyaan itu, aku makin menguatkan doa ajah hehehee, kan doa org yg dibully pasti didenger hehee

    • Puji Mei 27, 2015 / 5:50 pm

      Sabar ya Mba πŸ™‚ Mari saling menguatkan πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s