Galau atau Keluh?!

Another postingan nyinyir

Percaya ga? Percaya aja yaa :p

Ada beberapa ibu-ibu, yeeeaahh they are married and have kids! Masih suka galau (atau keluh?) di sosial media (you name it FB,Twitter,Path) Apa aja yang biasanya mereka bahas di sosmednya?

Biasanya yang dikeluhkan suami yang kurang perhatian ataupun menginformasikan kesalahan suami. Yap, you don’t read it wrong. Kesalahan suaminya diumbar di media yang seluruh dunia bisa baca! Saya pernah bahas hal ini sama temen-temen saya (yang juga temen dia). Temen saya ada yang komentar begini “Dia ga kasian apa ya sama suaminya? Dia ga inget apa ya temen-temennya kenal sama suaminya misalnya kita. Apakah dia ga merasa mempermalukan suaminya sendiri? Kasian deh gw sama suaminya.”

Semalem saya ngobrolin hal ini sama suami. Ada temenku gini-gini-gini, padahal dia kan gini gini gini. Suami saya yang bijak (karena usia,lalu dicubit suami) menjawab “Ya kamu tau kan, bukan karena dia udah banyak umurnya (baca tua), bukan karena suaminya udah banyak uangnya. Itu memang udah karakter mereka untuk mengeluh dan sebagian cari perhatian. Mencoba untuk meminta kasihan orang atas apa yang terjadi. Padahal biasanya yang terjadi ga selebay itu. Masih banyak yang mungkin secara ekonomi lebih susah dari mereka, tapi selalu bersyukur. Kuncinya ada di bersyukur.” Istri yang baik mendengarkan sambil mencoba mencerna kata-katanya.

Jadi saya pikir, media sosial selain sebagai ajang pamer juga sebagai ajang cari perhatian tapi sayangnya kebanyakan di konteks yang salah. Saya biasanya galau mau pake baju apa ( iya tau ini ga baik, karena saya punya lebih dari tiga baju di lemari. Tapi tenang, saya ga pernah posting ini di sosmed saya). Atau kalo weekend biasanya galau mau kemana (saya biasanya lebih suka dirumah) atau mau masak apa.

Tapi, dari mereka saya semakin semakin menahan diri untuk tidak berkeluh kesah tentang pasangan di sosial media. It’s big no no. Tapi kalo mau keluh kesah tentang macet, bolehh. Oh iya, saya juga sebisa mungkin tidak pernah mengeluh tentang dunia kerja saya. Puji syukur saya bisa kerja, masih juga mau keluh? Malu sama Tuhan 😦 eh tapinya, memang kantor saya baik-baik semua hehe…

Share your happiness not your sadness 🙂

Have a good weekend,fellas!