Jangan Sombong!

Beberapa hari lalu, saya kebetulan dapat kesempatan dari kantor untuk ikut training di salah satu kampus di daerah Jakarta Selatan. Alhamdulillah rejeki, seneng bisa re-fresh ilmu lagi dan bisa ngerasain kursi kuliah (meskipun Cuma dua hari) setelah kuliah terakhir tahun 2009 πŸ˜€ . Materi yang dikasih cukup baik, dan satu hal yang saya suka dari ikut acara – acara atau training seperti ini biasanya pengalaman langsung dari pengajarnya. I meant kalo ilmu sebenernya kan gitu – gitu aja ya. Jadi beda biasanya karena yang ngajar punya pengalaman langsung yang mereka share ke para β€œmurid” nya.

Pengajar hari kedua cukup memorable, selain orangnya lucu, ice breaking si bapak ini di hari kedua cukup nyentil saya secara pribadi. Setelah minta seluruh peserta kenalan (which is kita lakuin ini setiap pagi), sebutlah namanya Pak Al, Pak Al bilang. Coba kita pegang jantung kita, dan rasakan detaknya. Nah setelah dirasakan, minta jantung kita untuk berhenti dua menit aja. Kita semua ketawa – ketawa, mana bisalah pak. Si bapak bilang, nah kan jantung punya kita, tapi kita ga kuasa loh suruh dia berhenti. Cuma Tuhan yang kuasa atas semua di hidup kita.

Long story short, si bapak cerita tentang hidupnya. Dan poin yang dia tekankan ke kita semua adalah β€œJangan Sombong.” Setelah dia kasih liat CV nya yang hits abis, dia cerita. β€œSaya jadi Direktur di umur 33 tahun. Sangat muda ya.” Lalu dia cerita, betapa belagu dan sombongnya dirinya dengan jabatan yang dipunya. Pertama jadi Direktur di usia yang sangat muda di perusahaan blue chip pulak! Abis itu pun dia kutu loncat jadi Direktur di beberapa perusahaan blue chip lainnya, dengan segala fasilitas yang pastinya oke banget. Punya jatah keliling dunia gratis, mobil, bensin, supir, service mobil ditanggung kantor. Pak Al cerita hidupnya bergelimang harta. Sampai suatu ketika, Tuhan menyentilnya. Tiba – tiba, CEO Pusat dari kantor dia bertugas saat itu diganti. Dan CEO baru itu mementingkan efisiensi di seluruh dunia, termasuk Pak Al ini kena imbasnya, mulai dari beberapa fasilitas disunat. Sampe akhirnya kena PHK juga!

Setelah kena PHK, Pak Al pun masih sombong! Karena yaa, dengan jam terbang dia yang jadi direktur di beberapa perusahaan blue chip, Pak Al ini rupanya yakin betul kalo dia bakalan gampang dapet kerjaan. Nyatanya ga begitu! Pak Al beberapa kali interview bahkan sampai ke CEO, tapi terus ga ada kabar. Menurutnya, tabungan semakin menipis dan Tuhan kasih sentilan yang makin kenceng. Istrinya sakit dan harus dioperasi. Biasanya dengan fasilitas gratis dari kantor, dia bisa bebas pilih mau operasi dimana aja. Setelah kabar sakit istrinya, Pak Al dapat cobaan lagi kalo Mama mertuanya kena kanker, dan butuh banyak biaya. Setelah itu baru Pak Al tersadar, bahwa selama ini Pak Al sombong, belagu dan arogan atas apa semua yang dimilikinya. Padahal semua hal yang dia miliki sepenuhnya atas kuasa Tuhan. Pak Al lanjut cerita, ya dia kaya tobat gitu. Ya setelah dia tobat, dan ga sombong lagi pelan – pelan kehidupannya kembali seperti sedia kala, dapet kerjaan dll.

Moral of the story, jangan sombong atas apa yang kita punya saat ini, semuanya murni atas kuasa Tuhan. Terima kasih Pak Al, sudah mengingatkan saya akan hal ini.

Iklan

20 thoughts on “Jangan Sombong!

  1. Clarissa Mey September 5, 2014 / 11:27 am

    terima kasih Pak Al udah cerita, dan kak Puji udah bagi ceritanya disini..
    bener banget kita harus rendah hati, karena semua yg kita punya juga titipan dari Tuhan dan bisa diambil kapan aja Dia mau πŸ™‚

    • Puji September 5, 2014 / 11:29 am

      Setuju Mey. Dan seringnya kita baru ngerasa kesentil kalo denger langsung dari orang yang pernah ngalaminnya ya.

  2. keluargahussein September 5, 2014 / 12:08 pm

    Thankyou for sharing mb Puji.. semoga kita selalu jadi orang yg rendah hati dan pandai bersyukur ya..

    • Puji September 5, 2014 / 1:18 pm

      Amiiin. Semoga kita selalu bersyukur dan rendah hati πŸ™‚

  3. Arman September 5, 2014 / 12:14 pm

    a good reminder ini…
    betul banget ya gak boleh sombong.. karena semua yang kita punya itu toh cuma titipan dari Tuhan. kapanpun Tuhan mau ambil, Dia bisa ambil…
    makanya kita mesti banyak berdoa dan dekat sama Nya.

    • Puji September 5, 2014 / 1:19 pm

      Iya very very good reminder πŸ˜€

  4. Lorraine September 5, 2014 / 12:30 pm

    Lagipula memang apa gunanya ya sombong Ji? Aku beberapa kali pengalaman lihat orang sombong yang akhirnya harus merendah karena mereka toh butuh orang lain untuk membantu mereka. Makasih renungannya.

    • Puji September 5, 2014 / 1:20 pm

      Iya, sombong memang ga ada gunanya. Seperti yang Mba Yo bilang, orang sombong toh tetep butuh orang lain juga πŸ˜€

  5. joeyz14 September 5, 2014 / 1:35 pm

    Thank u for the reminder puji….
    Kadang sifat sombong ini suka nyaru ya…kita ga sadar…

    • Puji September 5, 2014 / 1:36 pm

      Sama2 mba. Kadang kita ngerasa jumawa (tanpa sadar) dengan apa yang kita miliki

  6. zilko September 5, 2014 / 4:08 pm

    Sungguh sebuah reminder yang bagus banget, memang kita tidak boleh sombong ya. Bagaimana pun kita nantinya juga butuh bantuan orang lain juga.

    • Puji September 5, 2014 / 4:53 pm

      Pasti, di dunia kita ga bisa hidup sendiri πŸ™‚

  7. kutukamus September 6, 2014 / 2:54 pm

    Cerita yang penuh pelajaran. πŸ™‚

    • Puji September 6, 2014 / 3:32 pm

      πŸ™‚

  8. gegekrisopras September 7, 2014 / 9:34 am

    Beugh templakan banget, ini! Pernah beberapa kali sombong trus kena dampaknya. Kapok 😦
    Makasih reminder-nya… Salam kenal, mbak.

    • Puji September 7, 2014 / 2:46 pm

      Sama2 πŸ™‚ salam kenal juga

  9. Efenerr September 9, 2014 / 1:52 pm

    ah iya..kisah yang begitu menyentuh..sederhana dan banyak makna, pun begitu reflektif..
    kalau kata orang Jawa, Ojo Dumeh..

    salam kenal kak. πŸ™‚

    • Puji September 9, 2014 / 2:01 pm

      Salam kenal πŸ™‚ Iya kisahnya semoga menginspirasi

  10. cumilebay.com September 11, 2014 / 1:42 pm

    Semuanya titipan Tuhan dan kapan saja Tuhan bisa mengambil nya.

    • Puji September 11, 2014 / 1:50 pm

      Setuju!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s