Standard Ganda

Ini tulisan bukan mau bahas tentang Standard motor atau sepeda ya hehe. Standard ganda disini mau menjabarkan, semakin banyaknya orang – orang yang mengelompokkan sesuatu terutama masalah agama. Tapi kalo hal itu buat kepentingannya sendiri biasanya permission. Biasanya mau enaknya sendiri.

Misalnya nih ya, pada tau dong sekarang ini lagi pada heboh copras capres? Semua taulah, kalo banyak banget keributan yang terjadi antar pendukung capres? Coba cek sosial media dimana rame banget para pendukung dan penghujat capres bertebaran. Nah, adapun yang masih bingung dengan pilihannya. Mau dukung yang no.1 atau 2. Tapi ada juga yang begini nih. “Gw ga mau dukung Jokowi, karena kalo dia jadi RI1 si Ahok otomatis jadi Gubernur. Gw ga mau salah satu etnis itu jadi pemimpin gw.” Nanti kalo saya tulis Tionghoa dikira rasis (Loh itu barusan ditulis) hehe

Yang heran, dia ga mau Gubernurnya tidak seagama sama dia. Tapi dia fine2 aja tuh kerja di perusahaan yang bosnya satu etnis sama Pak Ahok which means kalo bosnya dia itu berarti pimpinan langsung dia kan? Atau ga usah jauh2 deh, kepala divisinya dia juga satu etnis sama Pak Ahok. Kenapa dia ga resign coba? Cari bos (pemimpin) yang seagama juga?
Ada lagi di FB atau Twitter, teriak2 anti Amerika atau anti Yahudi. Ehhh men, cari tau dulu deh yang bikin FB sama Twitter itu kebangsaan apa? Terus ngapain pada ngehujat anti mereka, tapi gunain produk hasil kreasi “otak” orang Amerika atau orang Yahudi? Tanya kenapa?

Merendahkan satu suku karena di cap pelit dan perhitungan, tapi sering loh makan di rumah makannya yang terkenal paling enak di seluruh Indonesia. Udah tau kan maksudnya suku apa? Hihihi

Bilang anti makanan Amerika, tapi kalo anaknya ngerengek minta dibeliin kiefci atawa mekdi juga dibeliin. Bisa aja sih pembelaannya, ya udah bikin sendiri aja supaya ga beli di restoran dari negeri Paman Sam. Eh tapi, kalo misalnya situ bikinnya ayam goreng fred ciken dengan tepung berbumbu garing dan renyah itu sih podo wae. Itu niru juga kan produk mereka, dengan kata lain mengamini kalo produk buatan Ameriki itu enak dan kalian suka. Bhihihik. Bikin dong ayam goreng kuning yang asli Indonesia :p *eh atau jangan2 itu bukan buatan Indonesia ya.

Kalo ga suka sama etnis Tionghoa jangan makan siomay, mie2an (eh katanya mie aslinya dari Italia sih, cuma terus dikembangkan di China juga) atau Phuyung Hai plus capcay 😀 Btw, accept it or not Pempek juga hasil modifikasi orang China yang berjuta2 (oke ini lebay mungkin beratus) tahun lalu bermigrasi di Palembang loh.
Mmm, tulisan ini dibuat oleh penulis abal – abal dengan pengalaman yang sedikit. Tapi silakan jika mau dikomeni dan diterima dengan senang hati.

Salam,

Iklan

9 thoughts on “Standard Ganda

  1. nyonyasepatu Juli 2, 2014 / 10:38 am

    hahhahaa bener juga sih ya 🙂 ribut2 tapi yang ditungganginnya juga kadang2 buatan luar hehehe

    • Puji Juli 2, 2014 / 11:06 am

      ya gitu deh hihihi

  2. siti Juli 2, 2014 / 10:49 pm

    jadi ingat aku mata kuliah politik luar negeri yang ada di bahas standar ganda segala hahhaha kalau politik saya skrg gak peduli mbak.. TV sy jarang nonton mau cepat2 berlalu tuh 9 juli biar adem negeri ini,..saya masih banyak urusan yang mau di kerjain.. dan di fokusin selain pusing liat perpolitikan kita…………..episode pemilihan capres.. ya dinikmtin saja…

    • Puji Juli 3, 2014 / 6:52 am

      Politik emang rumit

      • siti Juli 3, 2014 / 8:33 am

        makanya saya gak nimbrung di politik … mending jadi pedagang akhhh jiwa lebih damai ..hihi

  3. Ailtje Binibule Juli 3, 2014 / 9:45 am

    Banyak banget standard ganda di masyarakat kita. Soal LGBT juga gitu, secara sosial diterima, tapi begitu urusan pemenuhan hak lupakan saja.

    Kalau etnis Tionghoa, aku termasuk orang yang rasis; kalau beli asuransi gak mau kalau gak dari etnis Tionghoa. After servicenya mereka luar biasa, sampai bertahun-tahun masih di follow up terus.

    • Puji Juli 3, 2014 / 9:52 am

      Bener mba, banyak banget sih standard ganda yang lain2. kaya misalnya jalur busway kalo kita lagi buru2 terus masuk ke jalur itu, cuek aja. Eh tapi kalo kita lagi di dalem busnya, ada mobil atau motor yang masuk kita ngedumel.

      Boleh rasis berarti ya, asalkan rasis positif hahahaha

  4. Messa Juli 4, 2014 / 11:51 am

    bener mbak. biasanya yang pikirannya picik dan tidak luas yang berbuat seperti di tulisan mbak ini.

    • Puji Juli 4, 2014 / 11:57 am

      iya ya, biasanya mereka yang mau kebagian enaknya aja 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s