Review Novel “Athirah”

Udah lama sih sebenernya beli dan baca buku ini. Tapi setiap baca ulang buku ini tetep nangis.

Buku ini berkisah tentang ibunda Jusuf Kalla yang bernama bu Athirah (ini bukan kampanye ya, cuma kebetulan aja hehe) yang bertahan dalam poligami. Tentuuuu yang bikin awal mula nangis sesegukan adalah pas bapaknya JK minta izin untuk nikah lagi. Sebagai perempuan pastilah sangat berat hadapin itu ya. Dan yg bikin aku meleleh (lagi) pas ibu nya akhirnya (mau tidak mau) kasih ijin, tapi walaupun dia sedih tetep ga berubah perlakuan ke suaminya 😦

Jadi si suami dari mulai azan subuh, makan pagi di rumah pertama. Selesai kerja, balik ke rumah pertama lanjut makan malam disitu. Baru pas tidur pulang ke rumah kedua. Somehow, mba Alberthiene Endah bikin aku tersirap dengan tutur bahasanya sampe ga sadar lagi berlinang air mata.

20140615-121933-44373084.jpg

Disini juga diceritain, gimana perjuangan bu Athirah untuk menjalankan bisnis, karena suka atau tidak poligami itu pasti tidak bisa adil. Si suami, cenderung ke istri kedua untuk hal yang berhubungan dengan materi. Karena keluarga pertama dianggap sudah berkecukupan. Ada satu bagian dimana bu Athirah minta temenin suaminya pergi ke nikahan, tapi suaminya nolak karena suatu hal. Akhirnya bu Athirah minta temenin Pak JK, dan pas disana ternyata suaminya pergi sama yang kedua. Bayangin deh perasaannya gimana. Hiks

Poinnya buku ini ceritain gimana tegarnya bu Athirah untuk menjalani kehidupan, meskipun hatinya teriris. Beliau harus berjuang juga untuk jadi pengusaha, karena ya itu suaminya cenderung ke yang kedua. Aku nangis lagi, pada bagian mendekati ending ketika bu Athirah meninggal dan suaminya sungguh menyesal. Di bagian ini juga suaminya secara tersirat menyesal sudah menikah lagi. Saking sedihnya, 3 bulan kemudian Pak Kalla akhirnya meninggal juga.

Aku suka buku ini. Tutur katanya indah, tapi tidak bosan. Nilai 8 dari 10.

Iklan