Apa kopimu?

Posting ini berawal dari aku yang malem ini kusak kusek ga bisa tidur entah mengapa! Terus setelah bingung mau ngapain? Akhirnya nulis aja deh tentang kopi – kopi yg pernah kuteguk. Hayah bahasanya lol

Jadi, to be honest. Minum kopi udah ga mempan buat aku tahan melek, mungkin karena dulu kebiasaan minum double shot espresso. Jadi minum kopi biasa yang banyak air (selain espresso) pagi atau siang sore or malem, ga ada efeknya.

Setiap meeting atau jamuan apalah gitu, yang suka nawarin coffee or tea. Biasanya aku pesen kopi item tanpa gula. Hahahaha, sering banget nih diledekin mau bangun rumah apa gimana. (Mirip tukang bangunan maksudnya) Alasan utama karena aku males minum pake gula diet ceritanya karena mau pait atau manis tuh kopi, ga ada efeknya ke aku.

Kebetulan, si pabeb pecinta kopi. Tiap pagi tumbler kita pasti isinya kopi, di lemari dapur ada minimal tiga kantong kopi. Mmm semuanya kopi sumatera, yg walopun agak pait tetep aja aku ga ngerasain efeknya :p

Well, aku sebenernya ga addict juga sama kopi. Suka tapi bisa membatasi diri. Cieee gaya bahasanya. Hampir semua jenis kopi yang ada di sbux pernah aku icip yang aku inget deskripisinya beberapa ini:

1. Kopi sumatera dan sulawesi, both are bold sama seperti kopi dari afrika. Taste earthy
2. Kopi toraja, extra bold. Very strong! The good one
3. Verona, biasa banget. Kalo minumnya ga pake gula, hampir berasa kaya minum air putih. 😀 Songong minta digetok

Terus yaaa, yang menurutku paling enak pas minum kopi yaitu ketika menemukan pairing yang tepat. Jadi itu kopi rasanya bakalan kaya air putih aja gitu kalo ketemu makanan yang tepat. Ada beberapa kopi yang cocok di pairing dengan coklat, ada yang cocok di pairing dengan JERUK! pertama nyoba kopi pake jeruk, awalnya ngomong dalam hati “Ini pasti rasa kopinya ancur – ancuran banget nih” ehhh ternyata enak aja tuh, setelah di pairing ga berasa sama sekali tuh kopi.

Sedikit penjelasan mengenai pairing, jadi ya jenis kopi itu kan beda -beda tuh dan rasanya mereka juga beda. Ada yang tingkat acidity nya tinggi, ada yang rendah, ada yang rasa gosongnya berasa, ada yang light rasa gosongnya. Itu semua dikarenakan proses yang terjadi kepada si kopi itu sebelum kita minum. Nah kalo si kopi kita minum dengan padanan yang pas, rasanya kaya air putih. Jadi masukin si makanan ke dalam mulut, kunyah sebentar, trus minum kopinya. Sambil kunyah sambil campur itu kopi dengan makanan hasilnyaaa kopinya ga pait sama sekali. Tapi satu rasa makanan misalnya Jeruk cocok sama kopi dari Sumatera, tapi pas di pairing sama Verona belum tentu cocok.

Gitu lah kira – kira.

Apakah kalian peminum kopi?

*Postingan entah beberapa lama tertinggal di draft 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s